Akhirnya tgl 16 maret 2010 kemarin kesampean juga nyicipin Iga Bakar Sapi Bali, awalnya lagi ngobrol dengan teman2 di samping rumah karena itu hari libur nasional ( Nyepi ) sehingga kami semua kebetulan pas libur kerja  sehingga mempunyai waktu luang untuk ngobrol2 , ini adalah kebiasaan saya dan teman2  jika sedang bertemu hari libur yg “nyempil” di sela2 hari senin sampai  jum’at . Ngomongin Iga Bakar semua orang pasti menyukai iga sapi berdaging tebal , apalagi kalo bumbunya sampe meresap ke dalam daging2nya … mmmhhh,  mempunyai daging empuk sehingga  memanjakan lidah dan perut kita, sehingga tak heran jika kini banyak bertebaran penjual iga dari resto besar hingga kelas rumah makan yang menawarkan iga dengan harga terjangkau.

Iga sapi ditawarkan dengan beragam jenis bumbu yang bisa jadi pilihan. Mulai dari yang berbumbu kecap, madu, bawang, bumbu BBQ, dan bumbu Bali. Sebelum dibakar iga sapi yang sudah dipotong direbus dulu dalam bumbu hingga meresap ke dalam daging. Sehingga saat dimakan terasa hmm maknyusss… enaknya!

Kelezatan rasanya membuat hidangan ini hampir disukai semua orang, Iga sapi bakar biasanya berbahan dasar iga sapi bagian belakang. Sebab di bagian tersebut tulangnya besar dan dagingnya agak tebal sehingga enak dibuat iga bakar. Iga yang berasal dari sapi lokal biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang import seperti sapi Australia atau Amerika oleh karena itu kebanyakan rumah makan memilih iga sapi lokal.

Ngomongin makan dan kuliner akhirnya membuat saya dan teman2  terasa “geram”  apalagi ngomonginnya pas jam 12 Siang teng wah bisa runyam urusan,  akhirnya coba Searching2 Iga sapi bakar Hmm… siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini …!

Akhirnya saya dan teman2 di hadapkan oleh beberapa pilihan menu Iga sapi bakar dari beberapa rumah makan yg ada di Jakarta hasil searching dari mbah Google… 🙂 , akhirnya pilihan pun di tetap kan yaitu Rumah Makan Sapi  Bali di jalan Kebayoran Baru Jakarta selatan tanpa pikir panjang akhirnya kami pun langsung berangkat ke TKP… 🙂

Dengan susah payah mencari alamat dengan tanya kiri – kanan akhirnya kita pun dapat menemukan tempat rumah makan tersebut, sebenarnya untuk menuju Lokasi tidak begitu sulit namun karena letaknya di dalam sehingga butuh ekstra tenaga untuk mencari letak dan posisinya… 🙂

Menentukan Menu Pilihan

Menu yang ditawarkan ditulis dalam lembaran besar. Terdiri dari iga sapi bakar, ayam betutu, bebek betutu, sop iga, sosis Bali, lawar kacang dan ayam kecombrang. Keterangan singkat di setiap menu plus foto yang cukup besar sangat membantu sebelum menentukan pilihan. Pelayan yang ramah menjelaskan secara rinci soal jenis bumbu iga bakar. ‘Kalau nggak suka pedas bisa dibumbu kecap,’ demikian penjelasannya. Wah, karena sudah kepalang ingin merasakan sentuhan Iga Bakar, jadilah saya memesan iga sapi bakar berbumbu pedas  plus lawar kacang tidak lupa segelas Es Daluman menjadi penyegar dikala kepedesan. Sedangkan teman2 saya yg lainnya ada yg memilih ayam Betutu, bebek bakar dll, sengaja kenapa kita memilih menu yg berbeda…? Karena kita ingin mencicipi rasa makanan yang ada namun dengan cara setiap orang harus memilih menu yg berbeda agar kita dapat saling mencicpi satu sama yg lainnya…🙂   ternyata tidak lebih dari 10 menit, iga bakar muncul dalam porsi yang lumayan besar,terlihat tulang iganya menjuntai keluar piring. Dua tulang iga panjang berjajar dengan balutan daging  yang tebal dan semangkuk kaldu yang mengepul disajikan bersama iga ini.

Dengan sentuhan pisau steak yang tak terlalu kuat ternyata daging iga sudah sobek, mudah sekali diangkat dengan garpu. Begitu masuk ke dalam mulut, sangat terasa kelembutannya, empuk dan mudah dikunyah! Aroma bawang putih, jahe, dan kunyit menyeruak di sela-sela dagingnya. Suapan daging ini makin enak dengan iringan kaldu yang ternyata pedas menggigit!

Porsi iga bakar yang luarnya agak kering ini memang besar. Lapisan dagingnya memang sangat tebal, bahkan saya bersama temanpun akhirnya tak sanggup menghabiskan daging iga yang super empuk ini. Sebaliknya ayam kecombrang disajikan dalam piring kecil. Suwiran ayam goreng yang renyah gurih diaduk dengan irisan bawang merah, kecombrang, cabai rawit merah, dan kucuran air jeruk limau yang wangi. Meskipun cukup pedas buat saya irisan kecombrangnya kurang banyak sehingga rasa segar wanginya tak merata.

Lawar kacang yang tak lain urap kacang panjang ala Bali juga tampil dalam piring kecil lengkap dengan irisan jeruk limaunya. Rasa kacangnya renyah, diiringi sapuan rasa gurih bumbunya yang tak terlalu tajam. Rasanya lawar yang gurih segar ini pas sebagai jodoh iga bakar yang garang rasanya.

segelas Es Daluman atau kita biasa menyebutnya es cincau hijau dengan kuah santan ini bukan hanya legit dingin tetapi juga unik,  lumayan lah dari pada lumanyun…  :)  untuk menghilangkan rasa pedasnya… Santan dari kelapa bakar yang dipakai sebagai kuahnya meninggalkan jejak gosong harum yang sangat enak. Perlahan-lahan rasa pedaspun mereda dan perutpun terasa benar-benar kenyang!

Kepuasan menyantap iga bakar itu ternyata berharga tak terlalu mahal. Seporsi besar iga bakar (cukup untuk berdua) Rp 33.000,00, Ayam betutu Rp 21.000,00, lawar kacang Rp 8.000,00 dan daluman Rp 8.000,00.

Kalau mengaku penggemar iga bakar, sebaiknya cicipi dulu iga yang satu ini. Iga sapinya besar dan dagingnya juga tebal. Dahsyatnya, dagingnya empuk, terasa lembut di mulut. Lumuran bumbunya merasuk hingga ke ujung tulangnya. Makin mantap dimakan dengan lawar kacang. Rasakan gigitan bumbu racikan Balinya yang menggetarkan lidah!
Hmm… kalau ingin mencicipi iga bakar versi Bali, mampir saja ke sini. Dijamin kenyang!

Nih tak kasih alamatnya biar bisa kesana deh… 🙂

Rumah Makan Sapi Bali
Jalan Cibulan Raya No. 17A
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727-86442
Jam buka : 11.00 – 21.00