Wah akhirnya ketemu juga….. 🙂   itulah yang ada selintas di pikiran saya pada kala itu, dengan susah payah mencari tahu didaerah mana kubah emas itu di buat. Berawal dari Ibuku yang dari dulu minta di anterin ke Masjid Kubah Emas, karena pada waktu rombongan ibu-ibu pengajian di mana aku tinggal pada ramai-ramai datang ke masjid kubah emas itu ibu tidak dapat ikut karena sedang tidak enak badan, dan sekarang ibu ku meminta aku untuk mengantarkannya kesana ( Masjid Kubah Emas ), walaupun aku sendiri belum pernah kesana dan memang aku juga pada saat itu ingin sekali main, dan sholat di masjid yang sekarang  sedang heboh-hebohnya di bicarakan di media masa atau di jama’ah –jama’ah masjid lainnya itu. Akhirnya aku pun searching ke sana kemari  lewat internet , kemudian telpon teman yang kebetulan memang orang depok. Akhirnya setelah mendapatkan informasi dan rute yang harus di lalui akhirnya saya , istriku, ibuku dan tiga lele’ ku berangkat ke masjid Kubah Emas.

Jalur yang kita lewati memang sedikit macet dan sangat memakan waktu, yaitu di jalur Lenteng Agung  kita sudah terkena macet sampai stasiun UP ( Universitas Pancasila ) terus berjalan dan memasuki kawasan Universitas Indonesia menuju Margonda kami terkena macet kali ini bener-bener macetnya luar biasa, setelah itu belok ke kanan arah ke Sawangan terus kea rah Parung, sungguh perjalanan yang panjang pada hari itu dan kebetulan juga saya jarang menjelajah ke kota Depok  udah gitu jalan rayanya pun hanya cukup untuk dua mobil dan itu digunakan untuk dua arah.

Alhamdulillah akhirnya kita samapi ke Masjid kubah emas sekitar pukul 15.00 Wib, sehingga pas bertepatan dengan waktu sholat Ashar. Menyaksikan Masjid ini secara langsung,Yang istimewa dari Masjid ini adalah kubahnya yang berlapis emas, konon dari buku buletin yang dijual di pintu masuk masjid ini, emas yang dipakai adalah emas 24 karat dari itali. Sungguh luar biasa indah kubah dari masjid ini. Pintu masuk masjid ini dipisahkan antara pria dan wanita, dan di depan masjid ada tulisan dilarang masuk untuk anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Selain itu untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, sehingga kalau berkunjung kesana khususnya kaum hawa harus mengenakan jilbab. Alas kaki/sendal harus dititipkan ke bagian penitipan, dan tidak boleh ditinggal diluar. Hal inilah yang membuat pada jam-jam sholat, tempat penitipan alas kaki ini jadi sangat berjubel. Dan perlu diingat juga bahwa pada siang hari, halaman luar masjid/lantai depan masjid sangat panas, sehingga pihak pengurus masjid memberikan karpet plastik untuk mengurangi panasnya lantai halaman masjid, dan disitu juga tertulis Pengunjung di larang menginjak rumput yang ada di taman sekitar masjid. Masjid ini di bangun pada April 1999 oleh seorang Dermawan bernama Hj. Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dan masjid ini diberi nama Masjid Dian Al Mahri tapi masyarakat mengenalnya dengan sebutan Masjid Kubah Emas sesuai dengan sebutannya masjid ini memang dibangun dengan menggunakan material Emas  yaitu pada kubahnya yang berlapis emas 24 Karat.

Sungguh hasil karya yang menakjubkan dan indah untuk di pandang mata. Subhanallah.