Mmhhhh di kantorku sekarang lagi rame-ramenya perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik indonesia tercinta. dari Perlombaan Futsal yang di adakan di depan Warehouse Esia di Pancoran, Badminton di Area gudang Warehouse dan juga tenis meja. Perlombaan Kemerdekaan ini bertujuan untuk memberi rasa ingin menciptakan semangat kemerdekaan negeri ini dan tidak lupa kita harus berterimakasih kepada para pejuang kita seperti Bung Tomo, Jendral besar Sudirman dan yang tak kalah penting adalah pahlawan tanpa nama dimana mereka juga ikut andil dalam memerdekaan bumi indonesia ini dari penjajah. Walaupun dengan kesibukan mendera di hampir semua setiap karyawan namun semangat kemerdekaan tetap ada, dan mereka semua malah tampak semangat walaupun sehabis mereka bertanding kemudian bekerja kembali….ūüôā

namun yang masih mengganjal dipikiran saya adalah semerdeka apa sih negeri ini…atau “merdeka” yang bagaimana kah yang sekarang bangsa ini rasakan…? kalau kita dapat resapi dan kita analisa “penjajahan” sekarang¬† adalah berbeda konteks dengan Penjajahan pada masa dulu, mungkin kalau dulu penjajahan memang penjajahan dalam konteks yang benar-benar bangsa ini di¬† jajah yaitu di suruh kerja Paksa oleh kompeni, segala hasil bumi kita di rampas oleh negara yang dulu menjajah kita.nah mungkin kalo saat ini penjajahan yang dimaksud adalah penjajahan secara Ekonomi atau Financial.

tanpa di sadari krisis keuangan yang mendera Negeri yg akhirnya lagi-lagi kita musti menghutang oleh IMF,¬† yang akhirnya beban negara semakin berat.¬† Belum lagi masalah yang sedang hot-hotnya¬† timbul sekarang ini yaitu masalah Terorisme… Wuihhh sangat berat tugas dan beban yang di pikul oleh bangsa ini.

Semoga Badai Pasti berlalu.

Ari Lasso ‚Äď Badai Pasti Berlalu

awan hitam di hati yg sedang gelisah
daun2 berguguran
satu2 jatuh ke pangkuan

ku tenggelam sudah
ke dalam dekapan
semusim yg lalu
sebelum ku mencapai
langkahku yg jauh

*
kini semua bukan milikku
musim itu tlah berlalu

matahari segera berganti

**
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

gelisah ku menanti
tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang
datangmu matahari

repeat *
repeat **