Pada minggu lalu tepat-nya tgl 1 s/d 3 Mei 2009 aku mendapat tugas dari kantor untuk membuat buku tentang 9 Seniman tua bali, dalam perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya aku tiba juga di Bali dengan selamat. Tugasku disana adalah mencari materi guna mendukung penulisan buku yang akan di buat yaitu tentang biografi seorang seniman dan pada saat itu aku bertugas untuk mewawancari seorang seniman Dalang dari kabupaten Jembrana yang bernama I Ketut Wesan.Tempat tinggalnya yaitu di Desa Warnasari, Kecamatan Malaya.

***

Setelah melakukan tugas kantor yaitu Interview, Motret dan mengetahui kehidupan sehari-hari sang seniman, akhirnya tinggal saya mencari keindahan pulau Bali. Berawal dari Jalan Legian terlebih dahulu karena kebetulan saya dapat tempat penginapan di sekitaran jalan Legian yaitu di Hotel Legian Paradiso, di sepanjang jalan Legian banyak sekali tempat-tempat penginapan dan hotel-hotel yang selalu siap 24 jam melayani turis-turis dari dalam maupun luar negeri. Tidak hanya tempat penginapan di jalan Legian juga banyak terdapat Cafe – cafe, Restoran dan tidak ketinggalan outlet – outlet tempat di jajakannya baju – baju untuk di bawa sebagai oleh – oleh untuk di bawa pulang dari Bali.

Monumen-Bali
Tak jauh dari tempat penginapan aku berjalan sedikit ke arah selatan ternyata di situ terdapat sebuah Monumen, yaitu Monumen / tugu untuk mengenang peristiwa Bom Bali 1 yang menelan kurang lebih 200 jiwa orang. Bom Bali terjadi pada malam hari tepatnya tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, bahwa rata-rata yang terkena ledakan adalah para wisatawan asing, Peristiwa ini sering dianggap peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Beberapa orang indonesia telah di jatuhi hukuman mati karena peranan mereka dalam pengeboman tersebut. Abu Bakar Baashir, yang diduga sebagai salah satu yang terlibat dalam pengeboman ini, dinyatakan tidak bersalah atas konspirasi serangan Bom ini, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian. Di monumen ini lah biasanya para kerabat atau keluarga yang terkena musibah pada berdatangan untuk mengenang korban Bom Bali 1. Memang kejadian itu tidak disangka-sangka oleh siapa saja, dan saya juga menanyakan kepada beberapa orang bali disana bagaimana Bali pasca Ledakan, pak Made Driver yang kebetulan mengantarkan kita berucap bahwa hampir seluruh kegiatan dan aktifitas di Bali lumpuh total, turis-turis dari dalam maupun luar juga jarang yang berkunjung lagi. setelah beberapa tahun barulah aktifitas di bali sedikit demi sedikit mulai menandakan adanya peningkatan dan turis-turis mulai berdatangan kembali.

Semoga Bali akan tetap aman dan tidak ada isu teror Bom Lagi…Amin.