Tujuan perjalanan hari ini adalah GELANGGANG SAMUDRA ANCOL. Selain karena lokasi-nya yang dekat dengan rumahku ( Sunter ) dan disini itu kita selain menikmati pertunjukan dari singa laut,lumba-lumba dan masih banyak lagi yang di tawarkan sehingga cukup menarik untuk anak-anak dan transportasi dari tempat kami yang relatif mudah. Berikut adalah sekelumit cerita perjalanannya…

dari Terminal tanjung Priuk naik bus atau mikrolet ( bus patas 125 dan mikrolet M11 ) dan masih banyak lagi angkutan yang melewati Rute Ancol ini.

Pukul 7:00 pagi. Langit tampak biru bersahabat dengan lukisan bercak-bercak awan putihnya. Udara sejuk segera memeluk kami begitu keluar dari rumah dengan mobil yang kami kendarai sekeluarga menuju jalan raya.

Kami sempatkan membeli kue basah dan air minum untuk bekal di perjalanan. Maklum, sepagi ini kami belum sempat sarapan. Baru segelas susu yang mampir di perut anak-anak dan secangkir teh manis di perut aku untuk menghangatkan badan dan perut ku.

Setelah singgah di tempat parkir mobil, kami pun menunggu keluarga kami yang lainnya untuk saling menunggu setelah keluar dari mobil, keponakan ku berceloteh tentang kendaraan yang lalu lalang dan Sibuk menyebutkan warna, jumlah roda dan tak terlewatkan badut-badut Ancol yang sedari tadi selalu menghibur pengunjung yang baru datang.

ANCOL, Here we come!

Senyum dan sapaan ramah penjaga pintu masuk menggenapkan keriangan hati kami pagi ini. Tiket masuk seharga Rp 12,000 per orang pun kami bayar TUNAI.

Jam di pergelangan tangan masih menunjukkan pukul 8:30. Anak-anak berlarian di sepanjang trotoar. Tampak sesekali Gondola melintas di atas. Beberapa petugas kebersihan berseragam sibuk menyapu jalan dan taman. Ada juga petugas keamanan yang memonitor keadaan dengan radio komunikasinya. Toko-toko souvenir baru menggeliat, beberapa bahkan terlihat baru separuh rolling door-nya yang terkuak.

Dari jadwal pertunjukkan yang sempat aku unduh dari website, pertunjukkan memang baru akan di mulai pukul 9:45. Waktu yang ada kami manfaatkan untuk melihat-lihat sekeliling sambil jalan santai menuju lokasi dan tidak lupa foto-foto tentu.

Gelanggang Samudra

Ternyata, bukan kami saja yang semangat datang pagi-pagi agar tidak ketinggalan pertunjukkan pertama. Banyak keluarga dan rombongan lain yang datang dengan wajah-wajah ceria. Meski belum tergolong ramai, tapi antrian di loket tempat pembelian tiket tetap terjadi. Didepanku seorang bapak membeli 8 buah tiket. Keluarga besar rupanya.

Setelah membayar Rp 360,000 untuk 6 tiket masuk, aku kembali ke keluargaku yang ternyata sedang berfoto bersama badut berwarna warni. Ada badut singa laut berwarna merah jambu, ada badut lumba-lumba berwarna oranye dan lain-lain.

Dari kertas kecil yang aku ambil di loket, aku mengetahui jadwal pertunjukkan dan fasilitas apa saja yang bisa kami nikmati selama di Gelanggang Samudra. Dengan harga tiket tadi, kami bisa mengunjungi Sinema 4D, Pentas Lumba-Lumba dan Paus Putih, Pentas Singa Laut, Pentas Aneka Satwa, Akuarium Air Tawar dan Air Laut, Wahana Ubur-Ubur, Wahana Boto-Boto, dan Wahana Laga-Logon. Dan ada satu lagi pertunjukkan spesial yang kebetulan di gelar selama 1 minggu di Ancol.

Pentas Aneka Satwa

Kami duduk di bangku kayu deretan paling depan. Dengan kamera digital amatiran, untuk mendapatkan hasil yang lumayan, kami harus cari posisi sedekat mungkin dengan obyek.

Pertunjukkan pertama adalah aneka satwa. Lumayan lama menunggu, Matahari bahkan sempat mengisi perutnya dengan 2 potong tahu isi dan sekotak susu UHT.

Tepuk tangan riuh diantara teriakan anak-anak kecil yang memenuhi tribun, saat pelatih memasuki tempat pertunjukkan dengan 2 ekor binatang peliharaannya yg di sebut lisang. Lisang ini mirip berang-berang.

Sang pelatih mampu mengajarkan lisang mengerek bendera selamat datang, bermain bola, melompati gelang-gelang, berjalan di atas tong, memasukkan bola ke dalam ring basket dan mendorong gerobak bakso mainan. Anak-anak tertawa ketika gerobak yang di dorong lisang tergelincir ke dalam kolam beberapa kali.

Pelatih pun dengan terampil melemparkan umpan ikan-ikan kecil sehingga lisang terlihat bergerak lincah kesana-kemari untuk mendapatkan ikan-ikan tersebut.

Masih di aneka satwa, setelah lisang dan pelatih undur diri, muncul seekor beruang madu yang cukup besar dengan pelatihnya. Konon, beruang ini tidak di beri makan daging sejak kecil. Beruang ini pun memperlihatkan keterampilan pelatihnya yg mampu mengajarkan dia duduk, bertepuk tangan, menangkap gelang-gelang, membawa bola sambil berjalan dengan 2 kaki serta naik sepeda roda tiga.

Beruang dan pelatih kembali menghilang dari tempat pertunjukkan dan pembawa acara mengumumkan setelah beruang akan tampil seekor binatang raksasa yang ternyata adalah: kudanil. Pelatih memperlihatkan atraksi memberi makan kudanil dengan sesisir pisang, pepaya, kacang panjang dan lain-lain. Kudanil ini pun mengerti ketika di minta untuk duduk.

Luar biasa kesabaran pelatih-pelatih ini!

wah yang pasti-nya sangat seru sekali apalagi kalo kita pergi-nya dengan keluarga kita wah seruuuuuuunyaaaaa.kalo ngga percaya silahkan aja saudara kamu-kamu deh kesini pasti ketagihan… 😛