Latest Entries »

Ngga di sangka-sangka hari yang dinanti telah tiba sabtu 30 May 2015, yup hari dimana Huawei Services Bikers Community mengadakan touring perdananya. Berawal dari obrolan-obrolan kecil dari sesama rekan kerja dimana untuk saling kenal dan silaturahmi maka di adakan lah touring bikers ini.

Karena ini adalah Touring perdana untuk para bikers Huawei services maka kami sepakat untuk mengambil route touring perdana ini yang ringan-ringan saja, maka kesepakatan sudah bulat di dapat lah “Touring Huawei Services bikers goes to Gunung Padang”.

Route yang kita ambil adalah “Jakarta (KOKAS) – Cibubur – Cibinong – Bogor – Ciawi – Gadog – Puncak Pass – Cianjur – Gunung Padang – Sukabumi – Ciawi – Bogor – Cibinong – Cibubur – Jakarta (Kokas)” total jarak yang di tempuh + 410 Km.

Route Touring Huawei Services Goes To Gunung Padang

Meeting point 1 adalah Jakarta (KOKAS) Pukul 06:30 Wib pagi peserta bikers yang hadir adalah Bro Kiki pagi2 buta sudah sampai di KOKAS , di susul kemudian Pukul 07:15 Wib bro Riyandhi, kemudian pukul 07:30 Wib saya dan bro Andhika dan terakhir pukul 07:45 Wib bro Rully hadir sebagai pelengkap bikers yang kumpul di meeting point 1 (KOKAS).

Start Meeting Point 1 (KOKAS)

Setelah team 1 sudah berkumpul di meeting point 1 (KOKAS) Pukul 08:00 Wib semua siap untuk meluncur ke arah Cibubur di mana Team 2 ( Bro Eko P dan Bro Wishnu ) sudah standby menunggu ke datangan kami.

Pukul 08:00 Wib team 1 meluncur dari Jakarta (KOKAS) ke meeting point 2 Cibubur via “Tebet – Kalibata – Pancoran – TB. Simatupang – Psr. Rebo – Cijantung – Cibubur” perjalanan awal ini di pimpin oleh Road Kapten bro Kiki “thanks to bro kiki yang udah ngebukain jalan buat teman2 bikers” karena arus kendaraan ramai lancar dan Alhamdulillah tidak ada suatu halangan apapun + 1.5 Jam perjalanan kami akhirnya tepat pukul 09:30 Wib kami sampai di cibubur, contact2 sebentar mengenai posisi akhirnya tak lama kemudian bro eko dan bro Wishnu merapat, Alhamdulillah Huawei Services bikers sudah kumpul semua total ada 6 Motor dan 7 Bikers siap Touring goes to gunung padang.

Meetin Point 2 Lampu Merah Cibubur

Pukul 09:30 wib tak lama2 kami langsung bergegas untuk jalan kembali Cibubur  to Puncak, jalur yang kite tempuh adalah “Cibubur – Cibinong – Bogor – Ciawi – Gadog – Puncak Pass” lagi2 bro kiki kita jadikan Road Kapten untuk memimpin leading di depan sekalian buat ngebuka jalan kita2 dari Cibubur to Puncak Pass. Perjalanan ini sempat tersendat2 di beberapa titik karena kemacetan yang tidak bisa di hindari seperti setelah Fly over Cibinong ada pasar tumpah ramai sehingga kita mengalami kemacetan beberapa menit namun itu tidak menghalangi niat baik kami untuk touring perdana ini.

Pukul 10:30 wib setelah melewati bogor dan Ciawi kita akan memasuki arah puncak via Gadog namun sebelum kita naik kearah puncak tim touring rehat sejenak di SPBU terlebih dahulu untuk mengisi bahan bakar kurang lebih 15 menit waktu untuk isi bahan bakar plus foto2 selfie dulu.

POM Bensin Gadog Puncak

Pukul 11:30 Wib setelah melaui jalur Gadog – Puncak yang begitu padat akhir kami sampai di Puncak Pass, sambil jalan sambil mikir enaknya berhenti di mana,,, setelah diskusi akhirnya di sepakati kita rehat sejenak di Puncak Rindu Alam 1 sambil menunggu sholat dhuhur karena waktu-nya + 30 menit lagi sudah masuk Dhuhur. Tidak ketinggalan Selfa-selfie lagi buat bukti foto di Puncak Pass.

Warung Kopi Rindu Alam Puncak Pass     Puncak Pass

Masuk waktu sholat dhuhur teman2 langsung ambil posisi kearah mushola di dekat pintu masuk telaga warna, tidak terasa 30 menit sudah berlalu di puncak pass dan teman2 sudah selesai sholat pukul 12:30 Wib kita siap2 untuk melanjutkan perjalan ke arah Cianjur kemudian ke Gunung Padang.

Pukul 12:30 Wib kita berangkat kembali dari arah puncak pass to Cianjur, lagi2 bro kiki kita jadikan Road Kapten untuk memimpin leading di depan sekalian buat ngebuka jalan dari Puncak Pass ke Cianjur. Dari sini perjalanan tidak ada hambatan macet sedikit pun perjalanan amat sangat lancar melewati istana Cipanas terus kita pacu motor dengan kecepatan 60 – 80 km / jam di tengah2 perjalanan cianjur kita berhenti untuk isi bahan bakar kembali sebelum memasuki Cianjur arah Sukabumi. Bro Ronald sudah telpon dan WA di group “sudah sampai mana kah brother, saya nunggu di depan jalan raya tepat gang masuk ke gunung padangnya samping Alfamart, jangan lama-lama yah nanti kelapa mudanya keburu tua ”.

Pukul 13:45 Wib akhirnya kita sampai di gang masuk arah Situs megalitikum Gunung Padang dan benar saja bro Ronald dan beberapa kawan2 dari sukabumi sudah menunggu kami, ngobrol2 sebentar lanjut tidak berlama2 kita langsung meluncur ke tempat lokasi gunung padang. Namun sebelum sampai di lokasi bro Ronald mengajak kami untuk santap makan siang yang sudah di sediakan oleh bro Ronald and Family, dan lokasi pun sudah di tentukan yaitu di tengah2 kebun teh…Mak Nyussss, akhirnya kami pun santap makan siang di temani dengan pemandangan alam yang ciamikkk “Damn! I Love Indonesia” tidak lupa di sambut dengan minuman kelapa muda yang sudah di sediakan oleh Bro Ronald…sekali lagi Mak Nyuussss.

Makan Siang di Kebun teh Gunung Padang  santap Makan Siang

Pukul 14:30 Wib setelah selesai santap makan siang kami melanjutkan perjalanan kembali ke gunung padang, sepanjang perjalanan kami di suguhkan dengan pemandangan bukit-bukit dengan hamparan kebun teh yang sangat memanjakan mata kami, sungguh benar-benar pemandangan yang luar biasa.

Perjalanan Menuju Gunung Padang        Perjalanan Menuju gunung Padang 2

Pukul 15:15 Wib akhirnya kami sampai di tempat tujuan yaitu gunung padang, dan teman2 pun memarkirkan kendarannya masing-masing. HTM untuk wisata Gunung Padang untuk tiap2 orang di kenakan biaya yaitu Rp 4.000 sekali masuk dan tiket parkir untuk kendaraan roda dua (motor) di kenakan biaya Rp 5.000 / motor.

Pukul 15:30 Wib kami masuk ke area gunung padang ada dua jalur pendakian menuju ke puncak gunung padang, dua jalur pendakian di mana jalur satu cepat sampai ke puncak gunung padang namun sangat terjal dan tingkat kemiringan sekitar 45 drajat dan untuk jalur ke dua sangat landai dan santai namun jalurnya memutar rada sedikit jauh untuk sampai ke puncak gunung padang.

Tangga menuju Puncak Gunung Padang   tangga menuju puncak gunung padang 2

Pukul 15:50 Wib dengan perasaan ngos-ngosan dan lemas akhirnya kami sampai di puncak gunung padang, sekali lagi mata kita di manjakan dengan pemandangan-pemandangan yang sungguh indah. Tidak lupa kami pun ber foto-foto dan selfie sana sini, sambil ngobrol-ngobrol santai dan melepas lelah.

Puncak Situs Gunung Padang     santai di puncak gunung padang 2  Santai di Puncak gunung Padang

Pukul 17:00 Wib setelah lelah kami terbayarkan kami siap-siap untuk turun dari puncak gunung padang, tidak ketinggalan sebelum kami beranjak turun kami menyempatkan untuk foto bersama-sama dengan bro Ronald Family dan tidak ketinggalan dengan teman2 yang ada di sukabumi.

Foto Bersama di Puncak gunung Padang

Pukul 17:30 Wib kami sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang back to Jakarta, kali ini jalur yang kita pilih untuk balik ke jakarta adalah via Sukabumi – Ciawi – Bogor – Jakarta. Tidak lama-lama akhirnya perjalanan back to jakarta pun di mulai kali ini Bro Ronald yang mejadi Road Capten memimpin kami menuju ke arah sukabumi. Jalur yang di pilih oleh bro Ronald adalah jalur melewati hutan belantara bener- bener hampir tidak ada pemukiman / kampung yang kami lewati benar2 hutan…..ckckckckckck.

para pemburu   Perjalanan pulang dari gunung padang

Pukul 18:30 Wib akhirnya kami keluar juga dari jalur hutan yang di pilih oleh bro Ronald (Alhamdulillah) secara ini motor gue motor standard bro…., pertama yang kita cari setelah keluar dari jalur hutan adalah POM Bensin, akhirnya sampai lah kita pada POM Bensin Sukaraja (Sukabumi), sebagian ada yang mengisi bahan bakar, bro Ronald and family menunaikan ibadah Sholat maghrib, bro eko P mencari pulsa dan sebagian lagi melonjorkan dan melemaskan otot-otot yang tegang karena setelah melewati jalur hutan.

Pukul 19:00 Wib setelah selesai semuanya akhirnya kita siap2 untuk melanjutkan perjalanan kembali back to jakarta, setelah dari Pom bensin Sukaraja kami pun melewati terminal Sukaraja menuju ke arah jalan raya sukabumi. Dan di jalan raya sukabumi akhirnya kita berpamitan dengan bro Ronald family dan rekan2 area sukabum, “Thanks to Bro Ronald family dan kawan area sukabumi atas sambutan dan santap siang yang luar biasa” dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Dari arah Sukaraja (sukabumi) – sukabumi – Cisaat – Cibadak ke adaan jalur ramai lancar dan sampai dengan caringin barulah jalanan benar-benar padat merayap namun itu tidak membuat kami patah semangat untuk melanjutkan perjalanan ke jakarta.

Pukul 22:00 Wib hampir 3 jam kami berkutat dengan kemacetan jalur sukabumi akhirnya kami sampai di ciawi, setelah semuanya kumpul di ciawi akhirnya kita memutuskan untuk mencari makan malam terlebih dahulu karena perut bro eko P sudah tidak bisa di ajak kompromi jika harus menunggu sampai di jakarta.

Pukul 23:00 Wib setelah kita semua selesai mengisi BBP (bahan bakar perut) akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan back to jakarta via Ciawi – Bogor – Cibinong – Cibubur – Psr rebo – Kramat Jati – Cililitan – KOKAS. Perjalanan dari ciawi menuju bogor tidak ada halangan suatu apapun jalanan lancarrrr sampai di per-empatan Lingkar Luar kami berpisah dengan bro Kiki, bro Wishnu dan bro Riyandi yang akan pulang ke arah Ciputat dan Depok via Parung. Akhirnya saya, bro Andhika, bro Rully dan bro Eko melanjutkan perjalanan menuju ke arah jakarta via Cibubur, sampai di lampu merah cibubur bro eko akhirnya pisah dan perjalanan tinggal saya, bro andhika dan bro rully yang masih melanjutkan perjalanan ke arah jakarta, dari Psr rebo akhirnya kami mengambil arah ke kramat jati dan lanjut ke cililitan, sampai di lampu merah cililitan saya berpencar dengan bro andhika dan rully untuk melanjutkan ke arah bekasi sedangkan bro andhika dan bro rully melanjutkan ke arah KOKAS.

Pukul 02:00 Wib akhirnya kami pun sudah sampai di rumah masing2 dengan selamat dengan membawa sejuta kenangan indah yang tidak akan pernah di lupakan.

Sampai jumpa di Touring Selanjut-nya…….

Akhir akhir ini banyak teman yang menanyakan kepada saya tentang perbedaan Laptop, Notebook dan Netbook. Memang bagi orang yang masih awam Komputer masih belum mengeri akan hal tersebut. Kali ini lewat blog ini saya akan memberi penjelasan Perbedaan Laptop,Notebook dan Netbook.

Pada awal tahun 90-an mulai muncul istilah baru, yaitu ‘notebook’. Seingat saya, istilah ‘notebook’ ini digunakan untuk memasarkan komputer portabel yang ukurannya lebih kecil daripada laptop. Lama kelamaan semua produsen memiliki jajaran produk yang dinamai ‘notebook’, mungkin karena pengguna pertama “laptop”, istilah tersebut tidak menjadikannya sebagai merk dagang. Pada perkembangannya, istilah “laptop”, sepertinya lebih popular di sebut dengan istilah “notebook” karena komputer ini bisa dilipat layaknya buku atau majalah. Dan “laptop” menjadi tidak relevan karena lebih banyak orang bekerja dengan laptop di taruh di atas meja daripada meletakkannya di pangkuan, kecuali kondisi yang tanpa meja.

Produsen kemudian berlomba-lomba memposisikan ‘notebook’ sebagai produk yang lebih baik daripada ‘Laptop’. Sampai pada saat ini bisa dibilang hampir semua produsen terkemuka tidak lagi menjual ‘laptop’, tetapi menjual ‘notebook’, bahkan untuk produk-produk yang tadinya sekelas dengan ‘laptop’ 10-15 tahun yang lalu. Istilah ‘laptop’ sendiri masih digunakan tetapi nyaris tidak ada produk yang merk resminya adalah ‘laptop’.

Sementara itu dalam percakapan sehari-hari, istilah ‘laptop’ masih dominan. Tapi ada alasan lain kenapa istilah ‘laptop’ menjadi salah,  karena menjalankan ‘laptop’ jaman sekarang di atas pangkuan adalah hal yang tidak nyaman dan bahkan cenderung tidak aman.

Perbedaan istilah notebook dan laptop lebih diakibatkan oleh pergeseran makna yang notabene berpengaruh pada penempatan posisi pemakai komputer itu sendiri, intinya kedua istilah ini memiliki persamaan sebagai mini komputer.

Selain hal pemasaran, mungkin ini hal lain yang menyebabkan hampir semua produsen ‘laptop’ mengganti istilah tersebut dengan ‘notebook’. Mungkin produsen tidak ingin konsumen menyalah artikan produk yang mereka jual.  Apple misalnya dengan jelas menegaskan bahwa produk MacBook Pro sama sekali tidak ada istilah ‘laptop’ dalam buku panduan MacBook Pro.
Tukul memandu acara Empat Mata sepanjang lima jam dalam satu minggu. Walaupun dia menggunakan istilah ‘laptop’, untungnya dia menggunakan ‘laptop’ dengan cara meletakkannya di atas meja. Jika dia menggunakan ‘laptop’-nya di atas pangkuannya, bukan tidak mungkin dia akan menghadapi masalah besar yang berhubungan dengan kesuburannya .

Netbook yaitu sebutan untuk notebook yang berukuran kecil, ringan, murah dan hemat energi, memang sedang menjadi tren saat ini dan hampir semua produsen notebook sekarang mencoba membuat produk Netbook.

Dengan penjelasan tersebut, jelas bahwa laptop dan notebook itu ialah sebutan untuk benda yang sama. Nah sekarang penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan notebook dan netbook.

1. Ukuran , berat dan Dimensi

Dengan ukuran yang “hanya” 8-10 inchian dan berat yang hanya 1kg-an, tentu bikin si mungil (netbook)  ini lebih mudah dibawa. Sedangkan notebook atau laptop biasa memiliki ukuran mulai 10-17inchi. Namun memang ada netbook ukuran 14 inchi, namun sepertinya gak cocok deh disebut netbook.

2. Input dan Output device ( Spesifikasi )

Spesifikasi hardware antara netbook dengan notebook berbeda. Biasanya, netbook menggunakan prosesor Intel Atom , Netbook biasanya dibekali Ram 512mb-1gb untuk mendukung performanya. Netbook biasanya sudah dibekali peralatan untuk berinternet dengan nyaman dengan menyertakan wi-fi dan bloetooth bahkan akhir-akhir ini ada produsen yang menyertakan modem 3G dan 3,5G (HSDPA), tak lupa webcam pun hadir di sebagian besar netbook yang beredar. Beberapa produsen menyediakan opsi SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpananya kerena lebih hemat energi jika dibandinkan dengan hardisk. Sementara notebook biasanya mnggunakan prosesor yang lebih kuat seperti, Pentium Dual-core, Core2 Duo, Turion X2 dengan ram yang sama atau lebih besar dari netbook. Notebook juga dapat menggunakan discrete graphic dari Ati Radeon atau Nvidia GeForce ,untuk di netbook rata2 hanya terdapat slot usb. Hal ini karena netbook memang didesain seringkas mungkin dan lebih content consumption. Sedangkan notebook kita bisa menemukan optical drive dan slot usb.

3. Performa / Daya tahan baterai

Dengan ditanamkan intel atom dalam netbook, performa netbook bisa dibilang cukuplah kalo hanya untuk ngenet dan nonton video. Namun kalo untuk ngedit gambar dan ngegame, sepertinya notebook lebih cocok. Selain itu notebook lebih cocok dan pas untuk anda yang bekerja secara “komplit”. Notebook pada umumnya hanya mampu ‘hidup’ dengan baterai selama 1-3jam saja. Sedangkan netbook mampu bertahan lama antara 3-5jam. Ini dikarenakan hardware yang digunakan netbook lebih hemat energi dibanding notebook.

4. Fungsi dan target pengguna

Dilihat dari spesifikasi hardware yang digunakan, jelas performa notebook jauh lebih cepat dibanding netbook. Notebook ditujukan bagi orang yang membutuhkan komputer yang cukup bertenaga untuk bekerja dan dapat dibawa kemana-mana. Performa notebook sekarang (terutama platform centrino2) sudah mendekati bahkan menyamai komputer desktop kelas mainstream. Performa ini sangat berguna bagi orang yang membutuhkan komputer pekerjaan editing multimedia atau hal-hal yang lebih dari sekedar mengetik. Sedangkan netbook ditujukan bagi orang yang menginginkan mobilitas dalam menggunakan komputer untuk sekedar pekerjaan office dan internet. Performa netbook pun pas-pasan.

5. Segment pengguna

Pengguna netbook lebih cocok untuk pengguna yang menggunakan perangkat ini untuk berinternet, chatting, mendengarkan musik dan video. Kalau notebook tugasnya lebih berat lagi, dan lebih cocok untuk mereka yang menciptakan suatu konten, seperti mengedit video atau gambar.

6. Harga

Ini adalah poin paling penting bagi sebagian orang. Dikala krisis global, orang akan lebih sensitif terhadap harga dibandingkan fitur yang ditawarkan. Harga notebook baru termurah yang pernah saya lihat adalah 4,8juta dengan spesifikasi hardware yang cukup lumayan. Sedangkan netbook baru harganya mulai dari 3,3 juta. Udah tau bedanya kan? Jangan sampai deh salah pilih. Sebelum membeli notebook atau netbook, tentukan dulu kebutuhan komputasinya, apakah hanya untuk office, mutimedia atau yang lain. Jika anda membutuhkan untuk keperluan office dan internetan, jelas netbook adalah pilihan yang lebih hemat dan lebih portable. Anda menginginkan performa lebih, pilih notebook untuk menghandle keperluan komputasi sedang. Anda ingin performa yang lebih dahsyat? Pakai desktop! Desktop juga bisa kok dibawa kemana-mana asal kuat aja bawanya, hehehehe…..

Sekian Penjelasan perbedaan laptop, notebook dan netbook. Semoga Bermanfaat ^^

Menunggu ke lahiran putri ku

Hari minggu Malam, tgl 07 November  2010 pukul 20:00 Wib.

Seperti biasanya pada pukul 20:00 Wib saya selalu melakukan aktifitas ber –googling ria di kamar atas rumah orang tua saya, kenapa karena kalo di kamar atas pada saat saya ber-googling atau bermain  internet  saya dapat bebas melakukan aktifitas apa saja, seperti Merokok plus  ditemani secangkir  teh manis buatan sendiri…..

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam namun saya masih asyik bermain internet sambil buka facebook padahal besok adalah hari senin dan dimana biasanya kalo hari senin adalah hari yg paling suibuk di kantor2…, namun karena sedang asyiknya berpetualang di dunia maya sampai-sampai saya lupa dengan istri saya…. maklum istri saya pada saat itu sedang hamil 9 Bulan dan sedang menunggu hari –hari kelahiran si jabang bayi.

Baru saja saya berpaling dari jam dinding yg terdapat dikamar lalu istri ku berteriak dari bawah, Mas…  turun dong sebentar … tanpa pikir panjang aku pun langsung turun ke bawah, ternyata istri ku sedang mules-mules meraasakan si jabang bayi yg ingin keluar dari kandungan istri ku…

Akhirnya ibu ku menyuruh ku untuk membawa istriku  yg sudah merasakan kontraksi mules-mules untuk di bawa kerumah sakit, akhirnya saya pun berangkat dengan di temani adik dan ibu ku kerumah sakit Mas Mitra yg berjarak cukup jauh dari tempat tinggal saya di sunter dan rumah sakit yg berada di daerah Pondok Gede.

Tepat pukul 10 malam kita sampai di rumah sakit, dan langsung istriku di bawa ke ruang kamar bersalin, setelah di cek oleh suster yg sedang berjaga ternyata istriku baru pembukaan 2, aku pun bertanya kepada sang suster ”memangnya kalo mau lahiran harus sampai pembukaan berapa sus?” dan dengan lugasnya suster tersebut menjawab “pembukaan 10 pak”, langsung aku berpikir wahhhhhh pembukaan 10…buanyak juga yah…

Hari Senin, tgl 08 November 2010 pukul 00:00 Wib.

          

Jam menunjukkan pukul 00:00 Wib waktu sudah berlalu selama 2 jam dan istri ku masih di ruang kamar bersalin, setelah aku bertanya ke suster yg sedang berjaga ternyata istriku masih pada pembukaan 2, akhirnya untuk menghilangkan rasa ke kalutan ku di rumah sakit, aku dan adik ku ke ruang tunggu karena disana ada TV 21 in yg sedang menyiarkan pertandingan sepak bola liga Spanyol, dan pertandingan pun baru di mulai beberapa menit yg lalu.

Tak terasa game pertama sampai ke dua petandingan aku pun tuntaskan untuk menontonnya, kulihat jam yg terdapat pada ruang tunggu rumah sakit waktu menunjukkan pukul 02:00 Wib dan istriku pun masih belum beranjak dari pembukaan 2, oh sungguh melelahkan penantian ini dalam hati kecil ku, namun ini adalah semua hikmat dan karunia dari alloh S.W.T.

Hari Senin, Tgl 08 November 2010 pukul 03:00 Wib

Rasa lelah dan ngatuk pun menggelayuti diriku, dan istriku memanggil ku untuk menemaninya untuk semetara waktu di dalam ruang kamar bersalin. Ternyata istriku sedang di infus, kabel selang di hidung dan ditangan …aahhhh suatu pemandangan yg tak pernah aku lihat sebelumnya, aku seraya berkata memang berat perjuangan seorang ibu pada saat ingin melahirkan anaknya.

Waktu demi waktu tak terasa sudah pukul 05:00 Wib dan aku pun beranjak untuk menunaikan sholat subuh. Selesai sholat subuh aku pun berdo’a, ya alloh mudahkan istriku dalam menjalani persalinan ini.Amin.

Hari senin, tgl 08 November 2010 pukul 07:00 wib

Ku lihat jam di dinding menunjukkan pukul 7 pagi bertanda aku harus menentukkan apakah aku harus masuk kerja atau ijin untuk menunggui istriku yg sedang berada di ruang persalinan. Dan akhirnya aku pun memutuskan untuk memberitahu atasan ku di kantor kalau aku ijin untuk hari ini tidak masuk kantor terlebih dahulu.

Perasaan ku semakin kacau saja karena sedari tadi malam hingga pukul 7 pagi istriku masih pembukaan 2 saja…  hati ini penuh dengan kekhawatiran dan kekalutan yg benar2 belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Hari senin, tgl 08 November 2010 pukul 10:00 wib.

Waktu menunjukkan pukul 10:00 Wib dan istriku pun masih berada di dalam kamar bersalin tak beranjak dari tadi malam, dan setelah kutanyakan ke susternya masih saja pembukaan 2. Mmmmmhhhh makin tidak karuan saja pikiran yg ada didalam otakku. Karena dari jam 10 malam hingga 10 pagi istriku masih pembukaan 2 saja, itu berati sudah 12 jam waktu yg kulewati dan segala macam ke was-wasan yg menghantuiku.

Akhirnya tanpa pikir panjang lagi aku pun akhirnya mengambil keputusan untuk menyuruh istriku mengambil persalinan sesar.

To be continue….

Film Sang Pencerah

Sang Pencerah  itulah judul film yang mengangkat kisah Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan. Sebuah film yang akan mengenalkan kita pada sosok yang sudah berkontribusi sangat besar bagi pendidikan di Indonesia. Karena sebagaimana kita tahu, KH Ahmad Dahlan adalah yang memberikan pendidikan pada rakyat kelas bawah melalui pesantrennya.

Film yang diperkirakan menghabiskan biaya produksi sebesar 12 miliar rupiah ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Aktor ternama Lukman Sardi yang diberi kepercayaan memerankan KH. Ahmad Dahlan. Film ini sendiri menurut keterangan Hanung akan diluncurkan pada bulan puasa 2010 ini atau bulan Agustus/September dan akan serentak tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Selain Lukman Sardi, film ini melibatkan aktor lainnya seperti  Slamet Rahardjo, Sujiwo Tejo, Ikranegara,  Zaskia Mecca dan yang mengejutkan adalah Giring Nidji.

Lokasi syuting untuk film yang diangkat dari buku Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basra ini dilakukan di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, serta beberapa tempat di daerah lain seperti Ambarawa (Jawa Tengah), dan Bogor.

Saya pribadi, sangat antusias menyambut film Sang Pencerah ini, karena menurut saya memang sangat dibutuhkan sebagai pencerahan sejarah, nilai perjuangan bangsa dan nilai-nilai ke Indonesia-an lainnya untuk diangkat ke layar lebar, ditengah film-film yang kini dominan diproduksi ditanah air.

Setelah Film Soe Hoe Gie, Naga Bonar, Laskar Pelangi,Sang Pencerah, tentunya dinantikan karya-karya lainnya dari sineas kita terutama yang mengangkat kisah dan sejarah tokoh dan perjalanan bangsa ini, biar kita dan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar sejarah bangsanya.

Film Sang Pencerah, sebuah film yang mengisahkan perjuangan hidup KH Ahmad Dahlan sampai berhasil mendirikan organisasi Muhamadiyah.  Sejauh ini tak banyak film nasional yang mengangkat kisah perjuangan para ulama, yang kini dikenal sebagai organisasi keagamaan modern dan sangat berpengaruh di Tanah Air. Dalam perjalanan jati dirinya dia keluar dari pakem tradisi keulamaan pada masanya, sehingga kemudian dikenal sebagai sosok kontroversial.

Dalam usianya yang baru 21 tahun, pemuda Ahmad Dahlan telah membuat perubahan besar meski untuk itu menimbulkan keguncangan di kalangan santri dan ulama lain.

Dia sempat dituduh kafir karena mengubah arah kiblat sesuai arah kompas, membangun sekolah menggunakan bangku dan kursi seperti Belanda dan dekat dengan tokoh budaya Jawa, Budi Utomo. Sebuah film yang layak untuk ditonton, Film Sang Pencerah.

Jogjakarta 1867 -1912:

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat

Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman

 

Tiket Nonton Sang Pencerah

Dalam rangka meningkatkan ukhuwah di antara karyawan yang bernaung di bawah grup BTel-SCM, pada hari Selasa (31.08.2010) semua karyawan baik staff ataupun outsource Department Logistic dan Department Procurement mengadakan silaturrahmi sembari buka puasa bersama di Warehouse BTel-HO, Pancoran.  Sebuah acara tahunan grup BTel-SCM yang diselenggarakan untuk meningkatkan kekompakan sesama karyawan lintas divisi yang ada di grup Supply Chain Management.

Acara dimulai dengan pertunjukkan marawis dan ngobrol santai sesama karyawan. Ada yang spesial di acara buka puasa bersama kali ini, selain meningkatkan jalinan silaturrahmi di antara para karyawan, juga acara syukuran renovasi Warehouse Pancoran. Acara dikemas dalam suasana santai dan rasa kekeluargaan dan diiringi irama marawis. Warehouse Pancoran sendiri merupakan tempat penyimpanan stok voucher, SP dan handset Bakrie Telecom yang bernaung di bawah Department Warehouse dan  Logistik. Acara dihadiri oleh EVP BTel-SCM pak Ari Ahmad, VP Btel-SCM pak Agung Satya, seluruh  GM dan karyawan Procurement dan Warehouse.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Salman dan Supri dari Bagian Voucher & SP Distribution menggaung di Warehouse Pancoran, mengingatkan kita untuk terus bersyukur dan mengingat kebesaran Illahi. Setelah pembacaan Al-Qur’an, hati kita kembali disirami dengan tausiyah oleh Ustadz Didi Sutardi yang berpesan agar umat Islam terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan tidak tercerai berai, karena pada dasarnya agama Islam itu hanya satu dan sesama muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ketika adzan maghrib berkumandang, karyawan menyegerakan diri untuk berbuka menyantap hidangan yang telah disediakan dan sholat maghrib berjamaah.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari pak Ari Ahmad sebagai pimpinan grup SCM di Bakrie Telecom. Beliau menyampaikan bahwa ada perubahan yang lebih baik di Warehouse karena proses renovasi dan berharap perubahan ini bisa memberikan angin segar bagi lingkungan kerja sehingga memberikan semangat baru bagi karyawan.  Lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari pak Agung Satya yang berjanji bahwa acara ini akan dijadikan acara tahunan dan acara kebersamaan seperti ini akan diperbanyak demi meningkatkan kekompakan sesama karyawan SCM-BTel.

Ajang silaturrahmi ini juga digunakan sebagai pengumuman pemenang SCM Award 2009. SCM Award adalah sebuah apresiasi yang diberikan kepada staff yang telah memberikan kontribusi lebih kepada SCM baik secara inovasi ataupun inisiatif. Kriteria untuk SCM Award 2009 adalah: Inovasi yang dilakukan harus berdampak pada performa departmen-nya, Inovasi haruslah sesuatu yang baru atau improvisasi dari proses yang sudah ada, dan inisiatif harus berdampak pada kualitas pekerjaan karyawan tersebut. Ada 4 pemenang yang dipilih untuk SCM Award 2009 ini, mereka adalah:

Department Logistics & Warehouse

  1. Taufik

Secara proaktif banyak mengembangkan aplikasi in-house untuk warehouse, inventory dan distribusi : Handset SP, Wifone-Wimode (instead of menunggu aplikasi dari IT ataupun dikerjakan subcont).

Keuntungan:

  • Memperlancar operasional Warehouse (data share juga ke Sales)
  • Mempermudah Sales Channel; (user) memonitor detail produk di warehouse HO untuk alokasi
  • Inisialisasi menuju Warehouse Management System
  • Tidak tergantung bagian lain untuk pengembangan aplikasi,
  • Penghematan biaya operasional
  • Kustomisasi process sesuai aktual.

Selain attitude dan leadershipnya bagus bersama tim-nya (terutama inventory). Ada sesi sharing knowledge dengan para OS dan staff inventory lain untuk kaderisasi.

2. Alif Shokhibi

Mengembangkan aplikasi in-house untuk Card Prov meski masih dalam lingkup terbatas : aplikasi QC dan identifikasi chip RUIM (instead of menunggu aplikasi dari IT ataupun dikerjakan subcont).

Keuntungan:

  • memperlancar operasional produksi, database, proses QC produk, identifikasi produk return
  • Tidak tergantung bagian lain untuk pengembangan aplikasi,
  • Penghematan
  • Kustomisasi process sesuai aktual.

Department Procurement & Contract Management

  1. Endioreza Mahendra

Membuat aplikasi database billboard, yang dapat diakses oleh para user lain untuk mempercepat proses. Benefit :

  • Memberikan banyak alternatif ke user dalam memilih lokasi
  • Mengurangi kebutuhan untuk survey lapangan
  • User mendapatkan data terbaru sesuai dengan kondisi lapangan, tidak hanya data dari vendor
  • Membantu user dalam membuat perencanaan media placement (billboard)

2. Siti Fitriah Syahdini

Membuat kontrak untuk beberapa komoditi (Tools & Spare Part). Benefit :

  • Mengikat harga untuk jangka waktu tertentu sehingga fluktuasi harga bisa dikurangi
  • Membantu user mempercepat pengadaan
  • Efisiensi waktu dalam proses pengadaan

Selamat untuk para yang pemenang mendapatkan netbook dan hape Esia Online!  Semoga apresiasi SCM Award ini bisa memacu semangat FBC di grup SCM dan memberikan pengaruh perubahan lebih baik di lingkungan kerja masing-masing.

Maju terus BTel-SCM!

(Source from riky kurniawan)

Jalinan Kemitraan Uber Esia Guna Menciptakan kemandirian Masyarakat Pinggiran Kota


Usaha Bersama ESIA – Jakarta, 25 Maret 2010. Bakrie Telecom semakin giat mengembangkan Uber Esia (Usaha Bersama Esia) untuk menciptakan kemandirian di masyarakat. Upaya ini ditandai dengan diberikannya 500 Hape Esia gratis sebagai donasi kepada masyarakat yang terpilih menjadi VPO (Village Phone Operator) di wilayah Tangerang, Banten. (kiri ke kanan) Deputi Presdir Huawei Indonesia, Li Wen Zhi, dan Sean deWitt dari Grameen Foundation, mendampingi Presiden Direktur Bakrie Telecom, Anindya N. Bakrie saat kegiatan donasi hape dan pencanangan Rumah Isi Ulang ESIA di Desa Rancamalang, Banten, hari ini. [photo by Ullil/BTELPR]

Jakarta, 25 Maret 2010 –  Bakrie Telecom semakin giat dalam mengembangkan  Uber Esia (Usaha Bersama Esia) untuk menciptakan kemandirian di masyarakat pinggiran kota. Upaya ini ditandai dengan diberikannya 500 Hape Esia gratis sebagai donasi PT Huawei Tech Investment kepada masyarakat yang terpilih menjadi VPO (Village Phone Operator) melalui PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) di wilayah Tanggerang, Banten. Lembaga ini merupakan social entreprise Indonesia yang ditunjuk oleh Grameen Foundation.

Uber Esia sendiri merupakan program kolaborasi Bakrie Telecom, Grameen Foundation dan Qualcomm Inc yang bertujuan untuk dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat pinggiran dengan  menyediakan sarana telekomunikasi sebagai modal usaha kecil mereka di bidang telekomunikasi. Jenis usaha yang dilakukan adalah wartel dan isi ulang elektronik, dimana masyarakat yang menjalankan usaha tersebut mendapatkan dukungan dan bimbingan dari PT RUMA.

Meskipun Uber Esia memiliki dimensi sosial, namun Bakrie Telecom dan Grameen Foundation tetap membangun suatu model bisnis yang memperhitungkan kelanjutan usaha. Sebuah perubahan paradigma CSR (Corporate Social Responsibility) dengan membangun upaya kemandirian masyarakat melalui upaya peningkatan standar hidup yang berkelanjutan. Diharapkan model bisnis ini menjadi terobosan untuk menciptakan kesempatan usaha bagi masyarakat berpendapatan terbatas namun sekaligus memberikan ruang pertumbuhan bagi perusahaan berupa perluasan segmen pelanggan.

Keberadaan program Uber Esia ini menepis anggapan bahwa berbisnis di kalangan masyarakat dengan pendapatan terbatas tidak memiliki kelayakan usaha. “Sejak kami memulai upaya ini dari tahap perobaan hingga perkenalannya secara resmi di bulan Oktober 2009, perkembangan jumlah peminatnya luar biasa. Jumlahnya tumbuh dari 130 hingga 1600 VPO dan melayani lebih dari 100 ribu pelanggan dalam waktu hanya 6 bulan dan tersebar di wilayah Bekasi, Tanggerang dan Serang“, ujar Anindya N Bakrie, Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk saat penyerahan 500 Hape Esia di Desa Rancamalang, Kelurahan Pegedangan, Tanggerang kemarin.

Dengan tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp 100 – 300 ribu per bulan, Anindya berkeyakinan bahwa model bisnis ini mampu menunjukkan kontribusi positif bagi penciptaan kemandirian usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah pinggiran kota.

Keseluruhan produk yang ditawarkan oleh VPO menggunakan hape murah Esia. Hape Esia ini didapatkannya melalui skema pembiayaan mikro yang menguntungkan. “Skema ini membuka kesempatan mereka mendapatkan hape Esia dengan harga yang sangat terjangkau dan menjadikannya sebagai sarana untuk memperoleh tambahan penghasilan“, jelasnya.

Karena itu dirinya berpendapat bahwa pola kerjasama ini patut  untuk dikembangkan lebih lanjut mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Dengan alasan itu pulalah Bakrie Telecom kemudian mengundang Huawei untuk berpartisipasi dalam program ini. “Alhamdullilah undangan kami tak bertepuk sebelah tangan. Mereka langsung mendonasikan 500 Hape untuk dibagikan pada masyarakat dengan penghasilan terbatas“, ucap Anindya sambil tersenyum.

Menurut data yang dimiliki PT RUMA, 75% dari masyarakat Indonesia atau 180 juta orang masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut Bank Dunia, yaitu US$ 2,5 per hari. 63% diantaranya hidup dengan menggantungkan diri pada sektor informal. Mereka hanya memiliki sedikit daya tawar dan akses ke  mata rantai ekonomi. Data ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum situasi makro ekonomi Indonesia mengalami perkembangan positif namun kemiskinan masih menjadi persoalan serius.

Tentang Bakrie Telecom

Bakrie Telecom merupakan salah satu pionir dalam industri telekomunikasi Indonesia dan operator tanpa kabel yang berkembang pesat. Ditargetkan pada tahun 2009, jumlah pelanggan Bakrie Telecom mencapai 10,5 juta pelanggan.

Dengan menerapkan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access), Bakrie Telecom saat ini telah memperluas jangkauan layanan dan menjadi operator nasional. Sampai dengan akhir September 2009 sudah ada 76 kota nasional yang dilayani oleh Esia, Wifone dan Wimode yang merupakan nama merek produknya. Kota-kota tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi.

Bersamaan dengan itu sejak April 2009, Bakrie Telecom juga secara komersial melayani jasa sambungan langsung internasional dengan nama merek SLI Hemat 009. Bakrie Telecom juga dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jasa layanan sambungan langsung jarak jauh (SLJJ).

Berkat aktivitas yang agresif dan impresif, Bakrie Teleocom mendapatkan banyak penghargaan antara lain sebagai Best CDMA Operator 2007, 2008 dan 2009; Top Brand 2008 dan 2009, Market Challanger of The Year dari Mark & Sullivan serta perusahaan terbaik ke 3 dalam kategori Penanaman Modal Dalam Negeri.

Untuk mendapatkan info lebih rinci silahkan kunjungi http://www.bakrietelecom.com/.

Tentang Grameen Foundation:

Grameen Foundation telah dikenal memiliki reputasi intenasional sebagai organisasi sosial yang bertujuan untuk memerangi kemiskinan global. Grameen Foundation telah mengembangkan dan mempelopori program inovatif yang  bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan efektivitas dari lembaga keuangan mikro serta mitra-mitranya sehingga dapat meningkatkan kehidupan dan taraf kehidupan dari masyarakat miskin.

Grameen Foundation juga mengembangan teknologi yang berbasis bisnis komunikasi mikro. Bisnis seperti ini dapat memberikan pemasukan bagi pengusaha mikro, dimana pengusaha tersebut dapat mengembangkan bisnis berbasis telekomunikasi yang akhirnya membuat lingkungan atau kampung mereka dapat berkembang karena terbukanya akses komunikasi.

Tentang Huawei Technologies

Huawei Technologies adalah pemimpin dalam menyediakan solusi jaringan telekomunikasi generasi penerus, dan kini melayani 45 dari 50 operator terkemuka di dunia, serta satu miliar pengguna di seluruh dunia. Perusahaan berkomitmen dalam menyediakan produk-produk inovatif dan sesuai kebutuhan, layanan dan solusi yang menciptakan nilai jangka panjang dan pertumbuhan potensial untuk para konsumennya. .

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.huawei.com.

Tentang PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda)

Pada bulan Agustus 2009 Grameen Foundation memberikan bantuan kepada sebuah lembaga di Indonesia bernama PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA). RUMA adalah

sebuah social enterprise, organisasi yang mempunyai dua misi, kemampuan keuangan yang berkelanjutan dan misi sosial dengan memberdayakan masyarakat miskin dan termiskin dengan solusi bisnis mikro waralaba yang menguntungkan.

RUMA memberdayakan masyarakat miskin dan termiskin di Indonesia dengan memberikan peluang bisnis yang diberikan dalam bentuk berupa paket (business in the box) di dalamnya terdapat perlengkapan penjualan, pelatihan, petunjuk penjualan dan juga monitoring.

RUMA menawarkan sebuah produk andalan dalam bisnis mikro yang dinamakan “RUMAH PULSA“  yakni sebuah warung telekomunikasi dimana didalamnya terdapat wartel (warung telepon), penjualan pulsa dan penjualan handphone.

Selama lima bulan pertama sejak berdirinya perusahaan ini, PT RUMA telah mempunyai lebih dari 1.500 wirausaha mikro. 69% dari pemilik usaha mikro dimiliki dan dijalankan oleh wirausaha dengan taraf hidup dibawah Rp 750 ribu per bulan. 90% dijalani oleh wanita. Semua wirausaha yang menjalankan mikro bisnis ini mendapatkan keuntungan.

Iga Sapi Bumbu Bali

Akhirnya tgl 16 maret 2010 kemarin kesampean juga nyicipin Iga Bakar Sapi Bali, awalnya lagi ngobrol dengan teman2 di samping rumah karena itu hari libur nasional ( Nyepi ) sehingga kami semua kebetulan pas libur kerja  sehingga mempunyai waktu luang untuk ngobrol2 , ini adalah kebiasaan saya dan teman2  jika sedang bertemu hari libur yg “nyempil” di sela2 hari senin sampai  jum’at . Ngomongin Iga Bakar semua orang pasti menyukai iga sapi berdaging tebal , apalagi kalo bumbunya sampe meresap ke dalam daging2nya … mmmhhh,  mempunyai daging empuk sehingga  memanjakan lidah dan perut kita, sehingga tak heran jika kini banyak bertebaran penjual iga dari resto besar hingga kelas rumah makan yang menawarkan iga dengan harga terjangkau.

Iga sapi ditawarkan dengan beragam jenis bumbu yang bisa jadi pilihan. Mulai dari yang berbumbu kecap, madu, bawang, bumbu BBQ, dan bumbu Bali. Sebelum dibakar iga sapi yang sudah dipotong direbus dulu dalam bumbu hingga meresap ke dalam daging. Sehingga saat dimakan terasa hmm maknyusss… enaknya!

Kelezatan rasanya membuat hidangan ini hampir disukai semua orang, Iga sapi bakar biasanya berbahan dasar iga sapi bagian belakang. Sebab di bagian tersebut tulangnya besar dan dagingnya agak tebal sehingga enak dibuat iga bakar. Iga yang berasal dari sapi lokal biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang import seperti sapi Australia atau Amerika oleh karena itu kebanyakan rumah makan memilih iga sapi lokal.

Ngomongin makan dan kuliner akhirnya membuat saya dan teman2  terasa “geram”  apalagi ngomonginnya pas jam 12 Siang teng wah bisa runyam urusan,  akhirnya coba Searching2 Iga sapi bakar Hmm… siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini …!

Akhirnya saya dan teman2 di hadapkan oleh beberapa pilihan menu Iga sapi bakar dari beberapa rumah makan yg ada di Jakarta hasil searching dari mbah Google… 🙂 , akhirnya pilihan pun di tetap kan yaitu Rumah Makan Sapi  Bali di jalan Kebayoran Baru Jakarta selatan tanpa pikir panjang akhirnya kami pun langsung berangkat ke TKP… 🙂

Dengan susah payah mencari alamat dengan tanya kiri – kanan akhirnya kita pun dapat menemukan tempat rumah makan tersebut, sebenarnya untuk menuju Lokasi tidak begitu sulit namun karena letaknya di dalam sehingga butuh ekstra tenaga untuk mencari letak dan posisinya… 🙂

Menentukan Menu Pilihan

Menu yang ditawarkan ditulis dalam lembaran besar. Terdiri dari iga sapi bakar, ayam betutu, bebek betutu, sop iga, sosis Bali, lawar kacang dan ayam kecombrang. Keterangan singkat di setiap menu plus foto yang cukup besar sangat membantu sebelum menentukan pilihan. Pelayan yang ramah menjelaskan secara rinci soal jenis bumbu iga bakar. ‘Kalau nggak suka pedas bisa dibumbu kecap,’ demikian penjelasannya. Wah, karena sudah kepalang ingin merasakan sentuhan Iga Bakar, jadilah saya memesan iga sapi bakar berbumbu pedas  plus lawar kacang tidak lupa segelas Es Daluman menjadi penyegar dikala kepedesan. Sedangkan teman2 saya yg lainnya ada yg memilih ayam Betutu, bebek bakar dll, sengaja kenapa kita memilih menu yg berbeda…? Karena kita ingin mencicipi rasa makanan yang ada namun dengan cara setiap orang harus memilih menu yg berbeda agar kita dapat saling mencicpi satu sama yg lainnya…🙂   ternyata tidak lebih dari 10 menit, iga bakar muncul dalam porsi yang lumayan besar,terlihat tulang iganya menjuntai keluar piring. Dua tulang iga panjang berjajar dengan balutan daging  yang tebal dan semangkuk kaldu yang mengepul disajikan bersama iga ini.

Dengan sentuhan pisau steak yang tak terlalu kuat ternyata daging iga sudah sobek, mudah sekali diangkat dengan garpu. Begitu masuk ke dalam mulut, sangat terasa kelembutannya, empuk dan mudah dikunyah! Aroma bawang putih, jahe, dan kunyit menyeruak di sela-sela dagingnya. Suapan daging ini makin enak dengan iringan kaldu yang ternyata pedas menggigit!

Porsi iga bakar yang luarnya agak kering ini memang besar. Lapisan dagingnya memang sangat tebal, bahkan saya bersama temanpun akhirnya tak sanggup menghabiskan daging iga yang super empuk ini. Sebaliknya ayam kecombrang disajikan dalam piring kecil. Suwiran ayam goreng yang renyah gurih diaduk dengan irisan bawang merah, kecombrang, cabai rawit merah, dan kucuran air jeruk limau yang wangi. Meskipun cukup pedas buat saya irisan kecombrangnya kurang banyak sehingga rasa segar wanginya tak merata.

Lawar kacang yang tak lain urap kacang panjang ala Bali juga tampil dalam piring kecil lengkap dengan irisan jeruk limaunya. Rasa kacangnya renyah, diiringi sapuan rasa gurih bumbunya yang tak terlalu tajam. Rasanya lawar yang gurih segar ini pas sebagai jodoh iga bakar yang garang rasanya.

segelas Es Daluman atau kita biasa menyebutnya es cincau hijau dengan kuah santan ini bukan hanya legit dingin tetapi juga unik,  lumayan lah dari pada lumanyun…  :)  untuk menghilangkan rasa pedasnya… Santan dari kelapa bakar yang dipakai sebagai kuahnya meninggalkan jejak gosong harum yang sangat enak. Perlahan-lahan rasa pedaspun mereda dan perutpun terasa benar-benar kenyang!

Kepuasan menyantap iga bakar itu ternyata berharga tak terlalu mahal. Seporsi besar iga bakar (cukup untuk berdua) Rp 33.000,00, Ayam betutu Rp 21.000,00, lawar kacang Rp 8.000,00 dan daluman Rp 8.000,00.

Kalau mengaku penggemar iga bakar, sebaiknya cicipi dulu iga yang satu ini. Iga sapinya besar dan dagingnya juga tebal. Dahsyatnya, dagingnya empuk, terasa lembut di mulut. Lumuran bumbunya merasuk hingga ke ujung tulangnya. Makin mantap dimakan dengan lawar kacang. Rasakan gigitan bumbu racikan Balinya yang menggetarkan lidah!
Hmm… kalau ingin mencicipi iga bakar versi Bali, mampir saja ke sini. Dijamin kenyang!

Nih tak kasih alamatnya biar bisa kesana deh… 🙂

Rumah Makan Sapi Bali
Jalan Cibulan Raya No. 17A
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727-86442
Jam buka : 11.00 – 21.00

Tgl 28 Februari 2010 kemarin akhirnya kesampean juga berwisata ke Taman Wisata Mekarsari  ( TWM ) atau yang biasa kita sebut Taman Buah Mekarsari . Awalnya ide liburan ke TWM tak pernah terpikirkan sebelumnya berawal dari saya dan keluarga ingin main / silaturahmi ke kerabat keluarga yaitu paman saya di Bekasi,  karena saya dan keluarga tidak memberitahukan akan kedatangan saya ke rumah paman ditengah perjalanan akhirnya saya pun menelpon, setelah ngobrol –ngobrol ternyata paman saya sedang menuju ke TWM bersama anak dan istrinya akhirnya tanpa pikir panjang saya langsung balik arah dan menuju ke TWM.

Perjalanan Menuju ke Taman Wisata Mekarsari

Kebetulan rumah saya di daerah Tg. Priuk untuk menuju ke TWM sangat mudah karena ada Akses jalan Tol Jakarta – Ciawi, naik dari Tol Bay Pass Plumpang terus menuju ke arah Bogor tapi jangan sampe keluar Bogor yah …🙂 , keluar pintu tol Cibubur trus ambil arah ke Jonggol atau Kota Wisata , kota Legenda pokonya lihat aja plang penunjuk jalannya mudah ko…  :)  pokonya kalo ngga salah waktu yang ditempuh  + 2,5 Jam.

Tiket dan Wisata

Untuk masuk ke TWM, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp 18,000 per orang untuk usia diatas 2 tahun sudah kena tiket dewasa, sedangkan untuk Mobil dikenakan biaya Rp 10,000 per mobil, untuk Bis dikenakan Rp 20,000 per bis dan untuk motor dikenakan biaya Rp 3,000 per motor. Adapun untuk berkeliling melihat seluruh fasilitas kebun buah pengunjung bisa menggunakan kereta keliling dengan membayar  Rp 10,000 per orang pengunjung akan di hantar dengan berkeliling kebun buah dan akan berhenti di dekat danau yang dimana tak kalah menariknya lagi terdapat mainan atau wisata-wisata lainnya seperti Banana boat, perahu, Speed boat, Flying Fox dll, jika sudah puas bermain untuk melanjutkan perjalanannya kembali  para wisatawan dapat naik kereta keliling kembali tanpa musti mengeluarkan biaya tambahan lagi. Jika kebun buah yang di datangi sedang panen para pengunjung boleh membeli dengan memetik langsung buah di pohonnya, sementara jika sedang tidak panen atau lewat waktu panennya, pengunjung bisa membeli buah di Kios yang ada di kebun atau toko buah di areal Graha Krida Sari ( gedung pusat informasi ).

Belajar menanam

TWM juga menyediakan fasilitas belajar menanam bagi anak2. Anak2 akan diberi satu pot , media tanaman, alat –alat menanam dan jenis pohon yang akan ditanam. Dengan belajar menanam ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta pada tanaman di dalam diri anak-anak, selain itu juga rasa tanggung jawab anak untuk selalu menyiram dan menjaga tanaman akan lebih terasa.

Kesimpulannya :

  1. Harga tiket masuk wisata terjangkau.
  2. Dapat  memperkenalkan nama2 buah ke anak2 kita ( wawasan tentang buah2an ).
  3. Dapat mengajarkan ke anak kita untuk peduli dan cinta lingkungan hidup.

Ngebut Kawin

Awalnya siang hari pas kerjaan lagi hot-hotnya…  :)  dan kayanya pulang kerja butuh hiburan nih, eeeh betul aja pas pulang kerja istriku tercinta tiba-tiba ngajakan nongton… biar teringat masa pacaran dulu katanya…xixixixi , ya udah akhirnya kita searching dulu deh ke 21cineplex Film apa yang sedang di putar di bioskop, oke sudah dapet film yang akan di tonton yaitu “Ngebut Kawin” penasaran juga sih ama nih Film…🙂 langsung menuju ke TKP…..  sampai di Megaria jam 21 : 20 Wib, wah alamat ngga kebagian tiket kayanya nih…alhamdulillah masih ada…🙂

akhir jam 21 : 55 Wib pintu teater 3 dibuka langsung masuk…. oke deh kue kasih sekilas Cerita tentang  “Ngebut Kawin” ….🙂

Ngebut Kawin ini dimainkan oleh bintang film yang udah ngga asing lagi seperti Ringgo berperan sebagai Ones yaitu bekerja menjadi supir taksi di jakarta, hidupnya kalo bisa dibilang yah lumayan lah…🙂, si ones ini tinggal dengan engkongnya yang di perankan oleh Hengky.  Walaupun Ones hanya seorang supir taksi namun dia ingin sekali menyenangkan hati engkongnya walaupun di bela-belain sampai ngutang sama bos yang punya taksi, nah yang jadi bos taksinya ini diperankan sama boneng artis kawakan juga semasa film Trio Warkop…🙂

Karena dengan berhutang akhirnya ones harus bekerja lebih giat lagi, di Terminal Pesawat bandara Soekarno Hatta ones biasanya menunggu para langganannya, nah lagi asyik nungguin penumpang tiba-tiba ada wanita cantik yang ingin naik taksinya Ones, wanita cantik ini bernama ningsih di perankan oleh wiwid gunawan, ningsih ini adalah TKW yang baru kembali ke tanah air dari Arab yang ingin menyewa taksinya ones untuk mengantar pulang kampung ke Indramayu dengan iming-iming akan di bayar Rp 5 juta namun selama di perjalanan yang harus membayar biaya makan dan jajan ningsih adalah si ones karena si ningsih beralasan belum menukarkan Dollarnya..🙂 , karena Ones sedang membutuhkan uang untuk membayar hutangnya akhirnya ones pun menyanggupi tawaran si ningsih dengan catatan setelah sampai langsung dibayar.

Namun nasib sial mendatangi Ones lagi-lagi taksinya mogok ditengah jalan yang akhirnya si Ones harus rela menggendong si ningsih hingga sampai ke rumahnya, bukan hanya samapai di situ saja sesampainya dirumah si ningsih si ones harus mau mengaku sebagai calon suaminya ningsih dengan janji bahwa bayarannya akan ditambah dengan kan lagi, akhirnya ones pun setuju dengan tawaran ningsih kembali, setelah mengaku menjadi calon suami ningsih si ones tiba-tiba ayahnya ningsih meminta ones untuk langsung mengawinkan anaknya saat itu juga, di lain pihak ternyata diam-diam di desa dimana ningsih tinggal ada yang menaruh hati kepada ningsih yaitu Cecep yang di perankan oleh Vincent, dan si cecep pun memberanikan diri untuk melamar si nignsih, namun si ningsih tidak suka dengan kang cecep, dengan pertimbangan yang matang akhirnya orang tua si ningsih mengadakan fit and proper test bagi si cecep dan Ones, bagaimana kisah kelanjutannya, apakah si Ones supir taksi yang akan mendapatkan si Ningsih atau si Cecep anak Kampung yang akan meminang si Ningsih, silahkan saksikan dan tonton Filmya di Bioskop-bioskop kesayangan anda… :)  halah kaya iklan aja…xixixixi

Gambar 1. Pak Aburizal sedang membacakan Do’a untuk Alm Achmad bakrie.

Kelompok Usaha Bakrie memperingati ulang tahun yang ke 68 tahun pada 10 Februari 2010. Acara pertama di lakukan mulai dari pagi hari pukul 10.00 Wib bertempat di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat yaitu tabur bunga ke makam ayahanda dari Aburizal Bakrie yakni alm Achmad Bakrie,  diantaranya yg hadir dalam acara tabur bunga yaitu pak Irwan Sjarkawi selaku President Commissioner , pak Bobby Gafur Umar yaitu Managing Director / CEO ,Keluarga besar Bakrie yaitu pak Nirwan Bakrie, Pak Aburizal Bakrie, Pak Anindya, Pak Adrie dan keluarga besar lainnya tidak ketinggalan pula para karyawan dan karyawati dari usaha milik Bakrie seperti Bakrie Telecom , Bakrie Pipe Industry, Bakrie Tosanjaya, Anteve dan lainnya.  Acara di buka dengan pembacaan tilawatil Qur’an dari salah seorang Karyawan yang bekerja pada Group usaha  Bakrie kemudian dilanjutkan dengan acara renungan yang disampaikan oleh adik mahasiswa Bakrie School of management, tidak lupa sambutan dari CEO Bakrie & Brothers yaitu pak Bobby Gafur Umar , kemudian  acara Ditutup dengan DO’a dan penaburan bunga di makam ayahanda Aburizal Bakrie yaitu Alm Achmad Bakrie beliau adalah salah satu pendiri Bakrie & Brothers.

PT. Bakrie & Brothers, Tbk, adalah perusahaan perdagangan Indonesia yang didirikan pada tahun 1942 dan menjadi sebuah grup perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Sekarang perusahaan ini bergerak di bidang Telekomunikasi, Produksi Pipa, Bahan bangunan dan investasi dalam pertambangan batu bara. Berawal dari Alm Achmad Bakrie yang lahir di Kalianda, Lampung adalah seorang  pekerja keras setelah tamat sekolah dari Hollandsche Inlandsche School ( HIS ) langsung bekerja sebagai penjaja keliling di Lampung yaitu di sebuah perusahaan dagang Belanda. Meski hanya dua tahun di perusahaan tersebut, Achmad Bakrie banyak mendapatkan pengalaman tentang organisasi modern. Setahun setelah menyelesaikan sekolah dagang Handelsinstituut Schoevers tahun 1940, Achmad Bakrie bersama kakak kandungnya yaitu Alm Abu Yamin mendirikan Bakrie Brothers di Telukbetung. Perusahaannya  berdagang hasil rempah Bumi seperti Karet, lada dan Kopi. Di jaman pendudukan Jepang perusahaannya sempat berganti nama menjadi Jasumi Shokai. Dalam perkembangannya , Bakrie Brothers juga menambah industry pabrik pipa baja dan pabrik kawat. Acara HUT yang ke 68 Tahun Bakrie & Brothers ini juga tidak hanya dilakukan di Jakarta saja, namun di Sumatra dan semua Wilayah Usaha Milik Bakrie & Brothers turut merayakannya.

Acara memperingati HUT Bakrie & Brother ke 68 tidak sampai di sini saja, berlanjut pada Malam harinya Grup Usaha Bakrie mengadakan acara Syukuran di MORE ( Marketing Office Rasuna Epicentrum ) di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan – Jakarta Selatan. Acara syukuran  yang diikuti oleh Keluarga Besar Alm.Achmad Bakrie dan karyawan / karyawati dari Grup Usaha milik Bakrie & Brothers. Acara Syukuran yang di buka dengan pemotongan tumpeng oleh pak Aburizal Bakrie bersama Indra dan Nirwan Bakrie, serta melakukan penandatanganan Piagam Bakrie Untuk Negeri dan kerjasama unit Usaha Bakrie & Brothers.

Dan saya Pribadi berharap dengan adanya acara tabur bunga dan Syukuran dalam rangka memperingati HUT Kelompok Usaha Bakrie ke 68 semoga Kelompok Usaha Bakrie tetap Jaya, Berkah & dilindungi Allah SWT, dan senantiasa memberikan manfaat bagi kehidupan orang banyak. Amien.

Gambar 2. Aktifitas Alm Achmad Bakrie dan Abu Yamin

Gambar 3. Btel Blogger mewakili PT. Bakrie Telecom, Tbk

Gambar 4. Pak Aburizal Bakrie sedang menaburkan Bunga

Gambar 5. Pak Anindya sedang menaburkan bunga.