Archive for March, 2010


Jalinan Kemitraan Uber Esia Guna Menciptakan kemandirian Masyarakat Pinggiran Kota


Usaha Bersama ESIA – Jakarta, 25 Maret 2010. Bakrie Telecom semakin giat mengembangkan Uber Esia (Usaha Bersama Esia) untuk menciptakan kemandirian di masyarakat. Upaya ini ditandai dengan diberikannya 500 Hape Esia gratis sebagai donasi kepada masyarakat yang terpilih menjadi VPO (Village Phone Operator) di wilayah Tangerang, Banten. (kiri ke kanan) Deputi Presdir Huawei Indonesia, Li Wen Zhi, dan Sean deWitt dari Grameen Foundation, mendampingi Presiden Direktur Bakrie Telecom, Anindya N. Bakrie saat kegiatan donasi hape dan pencanangan Rumah Isi Ulang ESIA di Desa Rancamalang, Banten, hari ini. [photo by Ullil/BTELPR]

Jakarta, 25 Maret 2010 –  Bakrie Telecom semakin giat dalam mengembangkan  Uber Esia (Usaha Bersama Esia) untuk menciptakan kemandirian di masyarakat pinggiran kota. Upaya ini ditandai dengan diberikannya 500 Hape Esia gratis sebagai donasi PT Huawei Tech Investment kepada masyarakat yang terpilih menjadi VPO (Village Phone Operator) melalui PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) di wilayah Tanggerang, Banten. Lembaga ini merupakan social entreprise Indonesia yang ditunjuk oleh Grameen Foundation.

Uber Esia sendiri merupakan program kolaborasi Bakrie Telecom, Grameen Foundation dan Qualcomm Inc yang bertujuan untuk dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat pinggiran dengan  menyediakan sarana telekomunikasi sebagai modal usaha kecil mereka di bidang telekomunikasi. Jenis usaha yang dilakukan adalah wartel dan isi ulang elektronik, dimana masyarakat yang menjalankan usaha tersebut mendapatkan dukungan dan bimbingan dari PT RUMA.

Meskipun Uber Esia memiliki dimensi sosial, namun Bakrie Telecom dan Grameen Foundation tetap membangun suatu model bisnis yang memperhitungkan kelanjutan usaha. Sebuah perubahan paradigma CSR (Corporate Social Responsibility) dengan membangun upaya kemandirian masyarakat melalui upaya peningkatan standar hidup yang berkelanjutan. Diharapkan model bisnis ini menjadi terobosan untuk menciptakan kesempatan usaha bagi masyarakat berpendapatan terbatas namun sekaligus memberikan ruang pertumbuhan bagi perusahaan berupa perluasan segmen pelanggan.

Keberadaan program Uber Esia ini menepis anggapan bahwa berbisnis di kalangan masyarakat dengan pendapatan terbatas tidak memiliki kelayakan usaha. “Sejak kami memulai upaya ini dari tahap perobaan hingga perkenalannya secara resmi di bulan Oktober 2009, perkembangan jumlah peminatnya luar biasa. Jumlahnya tumbuh dari 130 hingga 1600 VPO dan melayani lebih dari 100 ribu pelanggan dalam waktu hanya 6 bulan dan tersebar di wilayah Bekasi, Tanggerang dan Serang“, ujar Anindya N Bakrie, Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk saat penyerahan 500 Hape Esia di Desa Rancamalang, Kelurahan Pegedangan, Tanggerang kemarin.

Dengan tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp 100 – 300 ribu per bulan, Anindya berkeyakinan bahwa model bisnis ini mampu menunjukkan kontribusi positif bagi penciptaan kemandirian usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah pinggiran kota.

Keseluruhan produk yang ditawarkan oleh VPO menggunakan hape murah Esia. Hape Esia ini didapatkannya melalui skema pembiayaan mikro yang menguntungkan. “Skema ini membuka kesempatan mereka mendapatkan hape Esia dengan harga yang sangat terjangkau dan menjadikannya sebagai sarana untuk memperoleh tambahan penghasilan“, jelasnya.

Karena itu dirinya berpendapat bahwa pola kerjasama ini patut  untuk dikembangkan lebih lanjut mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Dengan alasan itu pulalah Bakrie Telecom kemudian mengundang Huawei untuk berpartisipasi dalam program ini. “Alhamdullilah undangan kami tak bertepuk sebelah tangan. Mereka langsung mendonasikan 500 Hape untuk dibagikan pada masyarakat dengan penghasilan terbatas“, ucap Anindya sambil tersenyum.

Menurut data yang dimiliki PT RUMA, 75% dari masyarakat Indonesia atau 180 juta orang masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut Bank Dunia, yaitu US$ 2,5 per hari. 63% diantaranya hidup dengan menggantungkan diri pada sektor informal. Mereka hanya memiliki sedikit daya tawar dan akses ke  mata rantai ekonomi. Data ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum situasi makro ekonomi Indonesia mengalami perkembangan positif namun kemiskinan masih menjadi persoalan serius.

Tentang Bakrie Telecom

Bakrie Telecom merupakan salah satu pionir dalam industri telekomunikasi Indonesia dan operator tanpa kabel yang berkembang pesat. Ditargetkan pada tahun 2009, jumlah pelanggan Bakrie Telecom mencapai 10,5 juta pelanggan.

Dengan menerapkan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access), Bakrie Telecom saat ini telah memperluas jangkauan layanan dan menjadi operator nasional. Sampai dengan akhir September 2009 sudah ada 76 kota nasional yang dilayani oleh Esia, Wifone dan Wimode yang merupakan nama merek produknya. Kota-kota tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi.

Bersamaan dengan itu sejak April 2009, Bakrie Telecom juga secara komersial melayani jasa sambungan langsung internasional dengan nama merek SLI Hemat 009. Bakrie Telecom juga dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jasa layanan sambungan langsung jarak jauh (SLJJ).

Berkat aktivitas yang agresif dan impresif, Bakrie Teleocom mendapatkan banyak penghargaan antara lain sebagai Best CDMA Operator 2007, 2008 dan 2009; Top Brand 2008 dan 2009, Market Challanger of The Year dari Mark & Sullivan serta perusahaan terbaik ke 3 dalam kategori Penanaman Modal Dalam Negeri.

Untuk mendapatkan info lebih rinci silahkan kunjungi http://www.bakrietelecom.com/.

Tentang Grameen Foundation:

Grameen Foundation telah dikenal memiliki reputasi intenasional sebagai organisasi sosial yang bertujuan untuk memerangi kemiskinan global. Grameen Foundation telah mengembangkan dan mempelopori program inovatif yang  bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan efektivitas dari lembaga keuangan mikro serta mitra-mitranya sehingga dapat meningkatkan kehidupan dan taraf kehidupan dari masyarakat miskin.

Grameen Foundation juga mengembangan teknologi yang berbasis bisnis komunikasi mikro. Bisnis seperti ini dapat memberikan pemasukan bagi pengusaha mikro, dimana pengusaha tersebut dapat mengembangkan bisnis berbasis telekomunikasi yang akhirnya membuat lingkungan atau kampung mereka dapat berkembang karena terbukanya akses komunikasi.

Tentang Huawei Technologies

Huawei Technologies adalah pemimpin dalam menyediakan solusi jaringan telekomunikasi generasi penerus, dan kini melayani 45 dari 50 operator terkemuka di dunia, serta satu miliar pengguna di seluruh dunia. Perusahaan berkomitmen dalam menyediakan produk-produk inovatif dan sesuai kebutuhan, layanan dan solusi yang menciptakan nilai jangka panjang dan pertumbuhan potensial untuk para konsumennya. .

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.huawei.com.

Tentang PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda)

Pada bulan Agustus 2009 Grameen Foundation memberikan bantuan kepada sebuah lembaga di Indonesia bernama PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA). RUMA adalah

sebuah social enterprise, organisasi yang mempunyai dua misi, kemampuan keuangan yang berkelanjutan dan misi sosial dengan memberdayakan masyarakat miskin dan termiskin dengan solusi bisnis mikro waralaba yang menguntungkan.

RUMA memberdayakan masyarakat miskin dan termiskin di Indonesia dengan memberikan peluang bisnis yang diberikan dalam bentuk berupa paket (business in the box) di dalamnya terdapat perlengkapan penjualan, pelatihan, petunjuk penjualan dan juga monitoring.

RUMA menawarkan sebuah produk andalan dalam bisnis mikro yang dinamakan “RUMAH PULSA“  yakni sebuah warung telekomunikasi dimana didalamnya terdapat wartel (warung telepon), penjualan pulsa dan penjualan handphone.

Selama lima bulan pertama sejak berdirinya perusahaan ini, PT RUMA telah mempunyai lebih dari 1.500 wirausaha mikro. 69% dari pemilik usaha mikro dimiliki dan dijalankan oleh wirausaha dengan taraf hidup dibawah Rp 750 ribu per bulan. 90% dijalani oleh wanita. Semua wirausaha yang menjalankan mikro bisnis ini mendapatkan keuntungan.

Iga Sapi Bumbu Bali

Akhirnya tgl 16 maret 2010 kemarin kesampean juga nyicipin Iga Bakar Sapi Bali, awalnya lagi ngobrol dengan teman2 di samping rumah karena itu hari libur nasional ( Nyepi ) sehingga kami semua kebetulan pas libur kerja  sehingga mempunyai waktu luang untuk ngobrol2 , ini adalah kebiasaan saya dan teman2  jika sedang bertemu hari libur yg “nyempil” di sela2 hari senin sampai  jum’at . Ngomongin Iga Bakar semua orang pasti menyukai iga sapi berdaging tebal , apalagi kalo bumbunya sampe meresap ke dalam daging2nya … mmmhhh,  mempunyai daging empuk sehingga  memanjakan lidah dan perut kita, sehingga tak heran jika kini banyak bertebaran penjual iga dari resto besar hingga kelas rumah makan yang menawarkan iga dengan harga terjangkau.

Iga sapi ditawarkan dengan beragam jenis bumbu yang bisa jadi pilihan. Mulai dari yang berbumbu kecap, madu, bawang, bumbu BBQ, dan bumbu Bali. Sebelum dibakar iga sapi yang sudah dipotong direbus dulu dalam bumbu hingga meresap ke dalam daging. Sehingga saat dimakan terasa hmm maknyusss… enaknya!

Kelezatan rasanya membuat hidangan ini hampir disukai semua orang, Iga sapi bakar biasanya berbahan dasar iga sapi bagian belakang. Sebab di bagian tersebut tulangnya besar dan dagingnya agak tebal sehingga enak dibuat iga bakar. Iga yang berasal dari sapi lokal biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang import seperti sapi Australia atau Amerika oleh karena itu kebanyakan rumah makan memilih iga sapi lokal.

Ngomongin makan dan kuliner akhirnya membuat saya dan teman2  terasa “geram”  apalagi ngomonginnya pas jam 12 Siang teng wah bisa runyam urusan,  akhirnya coba Searching2 Iga sapi bakar Hmm… siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini …!

Akhirnya saya dan teman2 di hadapkan oleh beberapa pilihan menu Iga sapi bakar dari beberapa rumah makan yg ada di Jakarta hasil searching dari mbah Google…  :) , akhirnya pilihan pun di tetap kan yaitu Rumah Makan Sapi  Bali di jalan Kebayoran Baru Jakarta selatan tanpa pikir panjang akhirnya kami pun langsung berangkat ke TKP…  :)

Dengan susah payah mencari alamat dengan tanya kiri – kanan akhirnya kita pun dapat menemukan tempat rumah makan tersebut, sebenarnya untuk menuju Lokasi tidak begitu sulit namun karena letaknya di dalam sehingga butuh ekstra tenaga untuk mencari letak dan posisinya…  :)

Menentukan Menu Pilihan

Menu yang ditawarkan ditulis dalam lembaran besar. Terdiri dari iga sapi bakar, ayam betutu, bebek betutu, sop iga, sosis Bali, lawar kacang dan ayam kecombrang. Keterangan singkat di setiap menu plus foto yang cukup besar sangat membantu sebelum menentukan pilihan. Pelayan yang ramah menjelaskan secara rinci soal jenis bumbu iga bakar. ‘Kalau nggak suka pedas bisa dibumbu kecap,’ demikian penjelasannya. Wah, karena sudah kepalang ingin merasakan sentuhan Iga Bakar, jadilah saya memesan iga sapi bakar berbumbu pedas  plus lawar kacang tidak lupa segelas Es Daluman menjadi penyegar dikala kepedesan. Sedangkan teman2 saya yg lainnya ada yg memilih ayam Betutu, bebek bakar dll, sengaja kenapa kita memilih menu yg berbeda…? Karena kita ingin mencicipi rasa makanan yang ada namun dengan cara setiap orang harus memilih menu yg berbeda agar kita dapat saling mencicpi satu sama yg lainnya… :)   ternyata tidak lebih dari 10 menit, iga bakar muncul dalam porsi yang lumayan besar,terlihat tulang iganya menjuntai keluar piring. Dua tulang iga panjang berjajar dengan balutan daging  yang tebal dan semangkuk kaldu yang mengepul disajikan bersama iga ini.

Dengan sentuhan pisau steak yang tak terlalu kuat ternyata daging iga sudah sobek, mudah sekali diangkat dengan garpu. Begitu masuk ke dalam mulut, sangat terasa kelembutannya, empuk dan mudah dikunyah! Aroma bawang putih, jahe, dan kunyit menyeruak di sela-sela dagingnya. Suapan daging ini makin enak dengan iringan kaldu yang ternyata pedas menggigit!

Porsi iga bakar yang luarnya agak kering ini memang besar. Lapisan dagingnya memang sangat tebal, bahkan saya bersama temanpun akhirnya tak sanggup menghabiskan daging iga yang super empuk ini. Sebaliknya ayam kecombrang disajikan dalam piring kecil. Suwiran ayam goreng yang renyah gurih diaduk dengan irisan bawang merah, kecombrang, cabai rawit merah, dan kucuran air jeruk limau yang wangi. Meskipun cukup pedas buat saya irisan kecombrangnya kurang banyak sehingga rasa segar wanginya tak merata.

Lawar kacang yang tak lain urap kacang panjang ala Bali juga tampil dalam piring kecil lengkap dengan irisan jeruk limaunya. Rasa kacangnya renyah, diiringi sapuan rasa gurih bumbunya yang tak terlalu tajam. Rasanya lawar yang gurih segar ini pas sebagai jodoh iga bakar yang garang rasanya.

segelas Es Daluman atau kita biasa menyebutnya es cincau hijau dengan kuah santan ini bukan hanya legit dingin tetapi juga unik,  lumayan lah dari pada lumanyun…  :)   untuk menghilangkan rasa pedasnya… Santan dari kelapa bakar yang dipakai sebagai kuahnya meninggalkan jejak gosong harum yang sangat enak. Perlahan-lahan rasa pedaspun mereda dan perutpun terasa benar-benar kenyang!

Kepuasan menyantap iga bakar itu ternyata berharga tak terlalu mahal. Seporsi besar iga bakar (cukup untuk berdua) Rp 33.000,00, Ayam betutu Rp 21.000,00, lawar kacang Rp 8.000,00 dan daluman Rp 8.000,00.

Kalau mengaku penggemar iga bakar, sebaiknya cicipi dulu iga yang satu ini. Iga sapinya besar dan dagingnya juga tebal. Dahsyatnya, dagingnya empuk, terasa lembut di mulut. Lumuran bumbunya merasuk hingga ke ujung tulangnya. Makin mantap dimakan dengan lawar kacang. Rasakan gigitan bumbu racikan Balinya yang menggetarkan lidah!
Hmm… kalau ingin mencicipi iga bakar versi Bali, mampir saja ke sini. Dijamin kenyang!

Nih tak kasih alamatnya biar bisa kesana deh…  :)

Rumah Makan Sapi Bali
Jalan Cibulan Raya No. 17A
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727-86442
Jam buka : 11.00 – 21.00

Tgl 28 Februari 2010 kemarin akhirnya kesampean juga berwisata ke Taman Wisata Mekarsari  ( TWM ) atau yang biasa kita sebut Taman Buah Mekarsari . Awalnya ide liburan ke TWM tak pernah terpikirkan sebelumnya berawal dari saya dan keluarga ingin main / silaturahmi ke kerabat keluarga yaitu paman saya di Bekasi,  karena saya dan keluarga tidak memberitahukan akan kedatangan saya ke rumah paman ditengah perjalanan akhirnya saya pun menelpon, setelah ngobrol –ngobrol ternyata paman saya sedang menuju ke TWM bersama anak dan istrinya akhirnya tanpa pikir panjang saya langsung balik arah dan menuju ke TWM.

Perjalanan Menuju ke Taman Wisata Mekarsari

Kebetulan rumah saya di daerah Tg. Priuk untuk menuju ke TWM sangat mudah karena ada Akses jalan Tol Jakarta – Ciawi, naik dari Tol Bay Pass Plumpang terus menuju ke arah Bogor tapi jangan sampe keluar Bogor yah … :) , keluar pintu tol Cibubur trus ambil arah ke Jonggol atau Kota Wisata , kota Legenda pokonya lihat aja plang penunjuk jalannya mudah ko…  :)   pokonya kalo ngga salah waktu yang ditempuh  + 2,5 Jam.

Tiket dan Wisata

Untuk masuk ke TWM, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp 18,000 per orang untuk usia diatas 2 tahun sudah kena tiket dewasa, sedangkan untuk Mobil dikenakan biaya Rp 10,000 per mobil, untuk Bis dikenakan Rp 20,000 per bis dan untuk motor dikenakan biaya Rp 3,000 per motor. Adapun untuk berkeliling melihat seluruh fasilitas kebun buah pengunjung bisa menggunakan kereta keliling dengan membayar  Rp 10,000 per orang pengunjung akan di hantar dengan berkeliling kebun buah dan akan berhenti di dekat danau yang dimana tak kalah menariknya lagi terdapat mainan atau wisata-wisata lainnya seperti Banana boat, perahu, Speed boat, Flying Fox dll, jika sudah puas bermain untuk melanjutkan perjalanannya kembali  para wisatawan dapat naik kereta keliling kembali tanpa musti mengeluarkan biaya tambahan lagi. Jika kebun buah yang di datangi sedang panen para pengunjung boleh membeli dengan memetik langsung buah di pohonnya, sementara jika sedang tidak panen atau lewat waktu panennya, pengunjung bisa membeli buah di Kios yang ada di kebun atau toko buah di areal Graha Krida Sari ( gedung pusat informasi ).

Belajar menanam

TWM juga menyediakan fasilitas belajar menanam bagi anak2. Anak2 akan diberi satu pot , media tanaman, alat –alat menanam dan jenis pohon yang akan ditanam. Dengan belajar menanam ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta pada tanaman di dalam diri anak-anak, selain itu juga rasa tanggung jawab anak untuk selalu menyiram dan menjaga tanaman akan lebih terasa.

Kesimpulannya :

  1. Harga tiket masuk wisata terjangkau.
  2. Dapat  memperkenalkan nama2 buah ke anak2 kita ( wawasan tentang buah2an ).
  3. Dapat mengajarkan ke anak kita untuk peduli dan cinta lingkungan hidup.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.