Tanggal  6 – 7 November 2009 tepatnya hari Jum’at dan sabtu kemarin kebetulan saya dapat Training tentang Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Gempa dari kantor, dan acaranya adalah hari Jum’at digunakan untuk pengulasan Teori dan penjelasan tentang penyebab kebakaran, sedangkan hari sabtunya adalah Praktek lapangan.

Peristiwa kebakaran dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Tidak ada ruang ataupun lingkungan yang terbebas dari resiko kebakaran, dimana peristiwa tersebut dapat mengakibatkan korban materi serta adanya korban jiwa maupun kerugian lain secara tidak langsung.

Penyebab kebakaran yang biasa kerap terjadi pada masyarakat adalah :

-          Kompor

-          Listrik

-          Lampu / Lilin

-          Rokok ( akibat kelalaian / kecerobohan )

Namun bukan hanya itu saja mungkin ada lagi faktor–factor yang lainnya, namun lingkungan yang kurang mendukung juga dapat mempengaruhi cepat membesarnya kobaran api seperti misalnya jarak antar bangunan yang rapat, bangunan yang bahannya mudah terbakar ( kayu ),susahnya sumber air dll,sehingga kebakaran yang harusnya dapat di tangani dengan cepat dan mudah di karenakan fakto-faktor tersebut sehingga menjadi susah untuk memadamkannya, kebakaran juga dapat mengakibatkan hilangnya jiwa manusia dan harta benda, perubahan jiwa seseorang ( menjadi stress atau Depresi ),mempengaruhi hasil produksi ( apabila yang terjadi kebakaran adalah gudang produksi ), mempengaruhi pelaksanaan dan hasil pembangunan, dll.

Bahaya kebakaran adalah bahaya yang sangat laten selalu terkait dengan kondisi, prilaku dan budaya masyarakat serta dapat mengakibatkan penderitaan bagi yang terkena atau mengalaminya. Lebih jauh lagi bila di kaitkan dengan pembangunan bahwa bahaya kebakaran dapat menghambat laju pembangunan. Dari sudut resiko, suatu bangunan selalu beresiko untuk mengalami kebakaran. Kebakaran juga adalah sebagai ciri dari kota besar, sebagai bukti adalah bahwa Jakarta adalah pemegang angka kebakaran tertinggi di Indonesia.

Masalah-masalah khusus kebakaran pada bangunan tinggi yang mengakibatkan menjadi faktor kendala, antara lain :

  • Ketertinggalan peraturan perundang-undangan dibandingkan dengan kegiatan pembangunan.
  • Pelatihan petugas pemadam kebakaran khususnya dalam penanganan kebakaran pada gedung tinggi masih belum memadai.
  • Masih kurang pedulinya pemilik bangunan akan bahaya kebakaran dalam memanfaatkan bangunan.
  • Masih kurang atau belum cukupnya upaya yang dihasilkan untuk mendidik penghuni gedung tinggi menolong dirinya sendiri dalam keadaan darurat.

Terdapat tiga unsur yang menyebabkan kebakaran, yaitu Udara, Panas dan Benda, apabila ketiga unsur tersebut sudah bergabung menjadi satu maka kebakaran tidak dapat dihindari lagi.

Kebakaran juga dapat di klasifikasikan, yaitu :

  1. Benda Padat ( kayu, bamboo dll ).
  2. Benda Cair dan gas ( Solar, bensin dan Gas ).
  3. Benda yang bermuatan Listrik ( penanak nasi dari listrik, alat merebus air dari listrik, dll ).
  4. Benda Kalium, Lithium dan Magnesium.

Simulasi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran yang kemarin dilakukan hanyalah sebatas latihan standart dari Petugas Pemadam kebakaran, yaitu sebagai berikut:

A. Teori Dasar Anatomi Api
Materi yang disajikan adalah teori dasar pengenalan terhadap awal timbulnya api, bagaimana cara pencegahannya dan teknik pemadaman api berikut pengenalan terhadap Sarana Alat Proteksi Kebakaran.

B. Praktek Pemadaman Api Dengan Menggunakan Karung Goni
Upaya pemadaman api dengan menggunakan karung goni adalah lebih ditujukan untuk melatih mental peserta pelatihan dalam menghadapi api yang sangat bermanfaat baik untuk kepentingan pribadi terlebih bagi instansi tempat bekerja.

C. Upaya pemadaman api dengan menggunakan Tabung Alat Pemadam Api Ringan ( APAR ).
Upaya pemadaman Api dengan APAR adalah lebih ditujukan bagaimana kita mengetahui kegunaan-kegunaan alat pemadam kebakaran.

Klasifikasi Gempa

Gempa dapat di golongkan menjadi beberapa kategori, antara lain :

  • Gempa Tektonik, yaitu terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi oleh tenaga tektonik, tumbukan ini akan menghasilkan getaran, dan getaran inilah yang merambat sampai ke permukaan bumi.
  • Gempa vulkanik, yaitu terjadi akibat aktivitas gunung api, oleh karena itu gempa ini hanya dapat dirasakan di sekitar gunung api menjelang letusan dan bisa juga pada saat letusan atau beberapa saat setelah letusan.
  • Gempa Runtuhan atau Longsoran, yaitu terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan mengalami runtuh, getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya dirasakan disekitar daerah yang runtuh.

Tips menghadapi Gempa bumi, yaitu :

  • Jika Berada di dalam Rumah : masuklah kebawah meja untuk melindungi kepala dan tubuh dari jatuhan benda-benda, jika kita tidak memiliki meja maka lindungi kepala kita dengan bantal dan apabila kita sedang menyalakan kompor maka matikanlah segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
  • Jika berada diluar rumah : Lindungi kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industry bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan reklame. Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang kita bawa.
  • Jika kita berada di mall, bioskop atau dilantai dasar gedung : jangan menyebabkan kepanikan atau korban kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam setempat.
  • Jika berada dalam Lift : sebaiknya apabila terjadi gempa jangan menggunakan lift, jika kita merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, tekanlah semua tombol. Ketika Lift berhenti, keluarlah lihat keamanannya dan mengungsilah ke tempat yang menurut kita aman.
  • Jika kita berada di dalam kereta Api : Berpeganglah dengan erat pada tiang sehingga kamu tidak akan terjatuh seandainya kereta di hentikan secara mendadak. Bersikaplah tenang dan mengikuti penjelasan dari petugas kereta api.
  • Jika berada di gunung / pantai : ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjauhlah langsung ketempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika kita merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami Nampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Namun tidak lupa bahwa setiap terjadi kebakaran atau gempa kita harus mengerti arti pentingnya keselamatan diri, jangan sampai orang yang kita akan tolong selamat tetapi kita yang akan menolong malah tidak terselamatkan, nah sekali lagi saya tekankan bahwa dalam setiap ada kebakaran atau gempa yang perlu di ingat adalah utamakan keselamatan diri anda terlebih dahulu, baru saudara atau keluarga kemudian baru tetangga, teman atau masyarakat yang ada di sekitar tempat kebakaran.

About these ads