satu lagi obyek wisata yang di hadirkan di Ciwidey,yaitu pemandian air panas Cimanggu.
memang tidak akan bosan-bosan-nya kita berwisata ke arah bandung selatan khusus-nya di Ciwidey,
kenapa karena banyak sekali yang di suguhkan disini dari kawah putih, tempat penangkarang Rusa, situ patengan / patenggang, dan sekarang di tambahlagi tempat pemandian air panas.
tempat pemandian ini untuk umum dan siapapun boleh mencicipi atau berendam di air panas ini,dengan mengocek uang sebesar Rp 6500 per orang kita sudah dapat menikmati berendam air panas sepuas-nya loh……
mmhhh murah bukan… wah poko-nya kalo sudah sampai ke Ciwidey / kawah putih tidak mampir kesini wah…rugi banget deh….maka-nya silahkan cobain sendiri air panasnya,
wuiihhhh ueennaakkk tenannn…. ![]()







Menarik…..
alamat nya di mana ya
yah cuma sayang pengelolaannya air panas cimanggu belum optimal pengelolanya belum kreatif masih kuuleun cek urg bandung mah coba kalo lebih kreatif lagi pasti dech pemandian cimanggu akan lebih menghasilkan pemasukan
jd penasaran dech….^^ jd pngen ksana jg
jd penasarn dech…^^ pngen cpt2 kesana jg
Saya, sebagai “orang kampung” merasa kurang bangga melihat pemandian cipanas cimanggu ini yang masih terkesan “kelas kampung” khususnya ketika saya datang pada H+5 liburan lebaran kemarin itu 1432 H. Kumuh, kotor,kusam,lieuuur,bingung,mual. Jadi terkesan mandi di citarum aja, tempat umum yang gratis.
Mungkin ada beberapa penyebabnya, antara lain : Manajemennya yang kurang mampu mengelola suatu obyek wisata menjadi benar2 obyek wisata yang membuat tamu nya enjoy, fun, happy, relax,puas.
Manajemen juga terkait dalam penetapan tarif nya karena tarif untuk berbagai pemakaian fasilitas pasti harus sesuai harganya dengan layanan yang diberikan.
Jangan ragu untuk menetapkan tarif yang sesuai supaya fasilitas yang diberikan bisa memenuhi keinginan dan kepuasan tamu walaupun tetap harus memperhitungkan kemampuan pengunjung.
Usul saya :
Areal Cimanggu ini dibagi menjadi 3 areal/lokasi untuk menetapkan tarif yang harus dibayar dan fasilitas yang diberikan :
Kelas ekonomi :
Tarifnya untuk “rakyat banyak” sesuaikan kemampuan mereka misalnya 10 – 15 ribu per orang.
Fasilitasnya : Kolam besar sekali 2 buah, yang untuk orang dewasa (kolam dalam )dan untuk anak2 ( kolam dangkal ).Kemampuan kolam harus bisa dimasuki oleh orang banyak secara massal.Biasanya akan penuh digunakan secara musiman yakni musim libut tertentu : liburan sekolah, liburan hari raya, tahun baru dsb.
Tidak perlu fasilitas mewah untuk areal kelas ini, yang penting murah tapi meriah saja.
Tapi……kebersihan tetap wajib diutamakan, apalagi untuk areal massal.
Karena biaya untuk pengisian airnya dan kebersihannya cukup mahal karena kolam besar, makanya dibuka hanya pada saat hari liburan saja, misalnya Sabtu,minggu dan libur nasional.Supaya biayanya tertutupi.Hari hari biasa/Hari kerja biasa ditutup saja karena mungkin pengunjungpun hanya beberapa orang saja.
Kelas Bisnis :
Adakan 2 kolam dengan ukuran sedang saja.Untuk kolam orang dewasa dan anak2.Ukurannya di bawah kolam kelas ekonomi.Tarif masuknya skitar 20 – 25 rb per orang, sepuasnya.
Tambahkan fasilitas lain yang menarik di areal ini yakni maenan anak2 atau remaja.Trus adakan juga semacam flying fox, atau fasilitas lain dalam ukuran yang minimalis.
lalu tambahkan juga ada beberapa kamar rendam khusus untuk yang mau berendam secara pribadi/private sehingga tidak terganggu oleh orang lain. Untuk pemakaian fasilitas kamar brendam ini harus pakai batas waktu, misalnya paling lama hanya 30 menit se kali masuk.Pakai tanda alarm atau bell atau apapun yang mengisyaratkan pemakainya harus segera keluar karena sudah habis waktu pakainya.Kalau mau tambah waktu lagi, harus beli tiket baru lagi.Hal ini untuk memberi kesempatan kepada pemakai lain yang antri serta menghindari bila kamar rendam dipakai buat tidur (?), bertapa? atau dipakai “kegiatan lain”….!! nah, karena fasilitas cukup pribadi, makanya kenakan tarif yang sesuai juga sehingga bisa menutupi biaya pemeliharaannya, tapi tidak semahal sewa kamar hotel.Misalnya se kali masuk/per orang 25 – 30 ribu ,khusus masuk ke kamar rendam nya saja di luar tarif masuk ke areal pemandian.
Kelas ini lah yang dibuka setiap hari dengan jam buka yang disesuaikan kebutuhannya.
Kelas eksekutif:
Adakan minimalnya 4 kolam air panas dengan ukuran yang lebih kecil lagi dari ukuran Kelas Bisnis.YakniKolam untuk Balita – Anak2 – Remaja – Dewasa. Kedalamannya disesuaikan.Bentuk kolam harus menarik.Airnya harus benar2 hangat cukup dan bersih.
Tarif masuknya skitar 30 – 40 ribu rupiah per orang.
Bangun berbagai fasilitas untuk kelas ini, banyak tenda/saung2 buat istirahat yang sifatnya pribadi/keluarga.Bangun alat permainan anak2/remaja/dewasa juga.
Adakan kamar rendam pribadi yang lebih lux dengan pakai batas waktu juga dalam se kali masuk misalnya 45 menit an.Tarif masuknya ke kamar rendam ini skitar 50 rb/per sekali masuk/per orang.
Dibuka nya kelas ini hanya pada saat week end saja atau liburan nasional.
Dengan pembagian kelas2 seperti ini diharapkan adanya keseimbangan antara pemasukan dengan biaya pemeriharaan dan pelayanan/fasilitas yang diberikan.
Lakukan promosi secara gencar khususnya melalui berbagai media on line.
Gabung dengan berbagai paket wisata.
Minta bantuan Pemda Bandung untuk ikut promosikan wisata ini.
Nah, itulah hanya sekedar masukan dari saya untuk ,mudah2 an, bisa dibaca oleh pengelolanya.
Dan mudah2 an kesan yang saya alami pada pasca lebaran kemarin di Cimanggu ini akan berubah total dikemudian hari setelah dikelola oleh Tangan bisnis seorang pengusaha yang sadar wisata.
dan kayaknya masukan saya ini hanya biasa2 aja nggak terlalu bombastis, hanya pikiran se orang kampung yang ingin melihat tempat wisata di kampungnya sama dengan tempat wisata di daerah lain yang sudah exist.
Kalau gak salah, jaman kemarin2 ada yang dinamakan “SAPTA PESONA “, mungkin bisa dipedomani lagi sehingga Cimanggu diharapkan dapat mempesona para calon pengunjung dengan prinsip :
Yang sekedar lewat, jadi ingin masuk
Yang sudah masuk hari ini, ingin kembali lagi pada hari hari lain
Yang belum masuk, berencana ingin masuk
Yang masuk sedikit orang, mau ngajak orang lain sehingga jadi banyak orang yang masuk.